Polisi Negara Bagian AS Tewas Ditembak Tentara di New York

Polisi Negara Bagian AS Tewas Ditembak Tentara di New York

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Jul 2017 18:00 WIB
Polisi Negara Bagian AS Tewas Ditembak Tentara di New York
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
New York - Seorang anggota pasukan kepolisian negara bagian New York, Amerika Serikat (AS) tewas ditembak saat menangani kasus keributan rumah tangga di Jefferson County. Parahnya, pelaku penembakan diketahui juga anggota militer AS.

Seperti dilansir CNN, Senin (10/7/2017), insiden terjadi saat polisi negara bagian bernama Joel R Davis ini menindaklanjuti laporan adanya suara tembakan yang terdengar di suatu area di Jefferson County pada Minggu (9/7) malam waktu setempat.

Disampaikan Inspektur Kepolisian Negara Bagian New York, George P Beach, Davis mendatangi sebuah rumah di kota Theresa, Jefferson County, yang diyakini menjadi sumber suara tembakan itu. Tak diduga, Davis malah terkena tembakan saat mendekati rumah itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tembakan itu menewaskan Davis, yang berusia 36 tahun dan merupakan ayah dari tiga anak. Sebagai anggota kepolisian negara bagian New York, Davis ditugaskan di kota Philadelphia, salah satu kota di negara bagian New York.

"Pelaku penembakan, Justin D Walters yang berusia 32 tahun, menyerahkan diri ke polisi negara bagian lainnya tanpa insiden apapun," terang George P Beach dalam pernyataannya.

"Walters merupakan anggota aktif pasukan infantri Angkatan Darat AS, yang ditugaskan di Fort Drum," imbuhnya.

Jenazah seorang wanita yang diidentifikasi sebagai istri Walters, Nichole V Walters (27), juga ditemukan di lokasi penembakan. Tidak diketahui pasti pemicu keributan rumah tangga ini.

Kepolisian setempat menambahkan, seorang wanita lainnya yang tinggal di kompleks yang sama, mengalami luka-luka akibat terkena tembakan. Namun luka-luka yang dialami wanita ini tidak membahayakan nyawanya.

"Seluruh keluarga di New York berduka hari ini. ... Kematiannya (Davis-red) menjadi pengingat menyedihkan atas risiko yang dihadapi para penegak hukum setiap harinya demi melindungi masyarakat dan mengabdi pada warga dari negara bagian yang hebat ini," ucap Gubernur New York, Andrew Cuomo, dalam pernyataannya.

(nvc/ita)


Berita Terkait