Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/7/2017), air sungai yang terus meluap dan membawa timbunan lumpur menerjang sebagian wilayah Pulau Kyushu, pulau paling selatan di Jepang. Hujan deras yang mengguyur tiada henti, memicu banjir hingga menggenangi jalanan dan rumah-rumah warga.
Petugas penyelamat menyisir puing untuk mencari korban yang kemungkinan terjebak Foto: REUTERS/Issei Kato |
Ribuan petugas penyelamat menembus timbunan lumpur tebal demi mencari korban yang masih hilang dan warga yang terjebak banjir. Media lokal, Jiji Press, menyebut otoritas setempat meyakini lebih dari 600 orang terjebak banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir besar di Jepang membawa puing potongan kayu hingga mobil milik warga Foto: REUTERS/Issei Kato |
Timbunan lumpur yang tebal dan akses di perbukitan yang becek serta jembatan yang terputus semakin menghambat upaya petugas penyelamat. Helikopter digunakan untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak banjir. Kota Asakura di Prefektur Fukuoka, Kyushu, menjadi kota terdampak banjir paling parah. Sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah-rumah warga.
"Orang tua saya masih terjebak bersama 16 orang lainnya di area Kurogawa dan saya sama sekali tidak memiliki informasi soal situasi di sana," tutur salah satu warga kota Asakura, Kayoko Ishibashi, kepada AFP.
Warga setempat berjalan di antara puing-puing yang terbawa arus banjir Foto: REUTERS/Issei Kato |
"Jadi saya hanya bisa menunggu di sini, sambil berharap mereka (orang tuanya) akan diselamatkan oleh helikopter. Begitu juga untuk semuanya," imbuhnya.
Otoritas Jepang mengerahkan 12 ribu polisi, personel militer, petugas pemadam kebakaran dan anggota patroli laut untuk membantu operasi penyelamatan korban.
(nvc/jor)












































Petugas penyelamat menyisir puing untuk mencari korban yang kemungkinan terjebak Foto: REUTERS/Issei Kato
Banjir besar di Jepang membawa puing potongan kayu hingga mobil milik warga Foto: REUTERS/Issei Kato
Warga setempat berjalan di antara puing-puing yang terbawa arus banjir Foto: REUTERS/Issei Kato