"Terlepas dari semua hal, sungguh baik bahwa pertemuan ini akhirnya akan terjadi, tapi sungguh memalukan karena baru terjadi sekarang," ucap Gorbachev kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, seperti dilansir AFP, Jumat (7/7/2017). Putin dan Trump akan bertemu di Hamburg pada Jumat (7/7) waktu setempat.
"Banyak waktu yang telah hilang yang harus mereka tebus. Mereka (Putin dan Trump-red) perlu membangun kembali kepercayaan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua negara selalu berada dalam posisi yang bertentangan dalam setiap konflik, terutama dalam konflik Suriah.
Semasa kampanye dan setelah menjabat Presiden AS, Trump berulang kali berjanji akan meningkatkan hubungan dengan AS. Trump bahkan beberapa kali melontarkan pujian untuk Putin. Namun harapan semakin membaiknya hubungan AS-Rusia kembali menipis, setelah AS bersikeras menuding Putin memerintahkan peretasan dan operasi mencampuri pilpres AS demi menenangkan Trump.
Dalam pernyataannya, Gorbachev membandingkan pertemuan perdana Putin-Trump dengan pertemuan perdana dirinya dengan Presiden ke-40 AS Ronald Reagan di Jenewa, Swiss tahun 1985 silam. Gorbachev menyebut, saat itu beberapa anggota pemerintahan Reagan berusaha menghalanginya bertemu dengan Gorbachev.
"Tapi dia (Reagan-red) tidak menyerah pada tekanan dan kami bertemu dengan berbagai usulan konstruktif yang serius," ujar Gorbachev.
"Sekarang para pemimpin perlu memberikan dorongan pada pertemuan ini... Mereka perlu membawa semua hal ke meja perundingan dan membangun sebuah mekanisme kerja sama," tandasnya.
(nvc/ita)











































