Larangan Laptop Masuk Kabin untuk Turkish Airlines Dicabut 5 Juli

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 17:53 WIB
Ilustrasi (Saul Loeb/AFP)
Istanbul - Otoritas Turki menyebut larangan laptop masuk ke kabin pesawat tujuan Amerika Serikat (AS) dari Bandara Ataturk di Istanbul akan dicabut pada 5 Juli besok. Bandara Ataturk dan maskapai Turkish Airlines dikenai larangan itu sejak Maret lalu.

Dituturkan Menteri Transportasi Turki, Ahmet Arslan, seperti dikutip kantor berita Anadolu dan dilansir Reuters, Selasa (4/7/2017), pejabat AS akan datang ke Bandara Ataturk pada Rabu (5/7) besok untuk melakukan inspeksi atas langkah-langkah keamanan yang telah diambil.

Arslan menyebut, komunikasi yang dijalin Turki dengan otoritas AS dan langkah-langkah yang telah diambil Turki, mengarah pada pencabutan larangan itu.

"Dengan konfirmasi soal inspeksi ini, larangan akan dicabut dari Bandara Ataturk dan Turkish Airlines... fakta bahwa larangan itu tidak bertahan lama menjadi keuntungan bagi kita," ucap Arslan.


Dalam pernyataan terpisah, CEO Turkish Airlines, Bilal Eksi, juga mengutarakan hal senada via Twitter, yakni bahwa larangan laptop itu untuk penerbangan tujuan AS akan dicabut pada 5 Juli. Namun Biksi tidak memberi penjelasan detail soal pernyataannya itu.

Pada Maret lalu, otoritas AS memberlakukan larangan laptop masuk ke kabin untuk setiap penerbangan tujuan AS, dari 10 bandara yang ada di 8 negara. Negara-negara yang dimaksud adalah Mesir, Maroko, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Turki.

Setiap laptop dan alat elektronik dengan ukuran lebih besar dari telepon genggam dilarang masuk ke kabin. Larangan itu diberlakukan setelah AS mendapat informasi intelijen soal rencana kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memasang bom yang disembunyikan dalam peralatan elektronik semacam itu.


Pekan ini, AS menyatakan telah mencabut larangan laptop untuk maskapai Etihad Airways, yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), David Lapan, menyatakan pencabutan larangan untuk Etihad Airways ini dilakukan setelah maskapai itu meningkatkan langkah keamanan mereka.

"Kami menghargai Etihad karena bekerja dengan cepat untuk menerapkan langkah-langkah (keamanan) tambahan ini. Upaya mereka menjadi panutan bagi maskapai asing maupun domestik untuk ikut menerapkan langkah-langkah baru," sebut Lapan.

(nvc/ita)