Dituturkan kantor jaksa setempat, seperti dilansir AFP, Senin (3/7/2017), insiden ini berawal saat dua pria keluar dari dalam mobil di dekat masjid setempat dan langsung melepas tembakan. Insiden ini terjadi pada Minggu (2/7) malam sekitar pukul 22.30 waktu setempat.
Kantor jaksa setempat juga menyebut, dari 8 korban luka termasuk seorang anak perempuan, tidak ada yang mengalami luka yang membahayakan nyawa. Otoritas setempat mengesampingkan motif terorisme dalam insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan sejumlah saksi mata menyebut ada empat pria di dalam mobil pelaku dan semuanya mengenakan jaket dengan penutup kepala.
Insiden ini tengah diselidiki lebih lanjut oleh departemen investigasi kriminal pada kepolisian setempat.
Penembakan ini terjadi beberapa hari setelah seorang pria berupaya menabrakkan mobilnya ke para jemaah di luar Masjid Creteil, Paris bagian tenggara. Tidak ada korban dalam insiden ini. Pelaku yang berusia 43 tahun dan berasal dari Armenia itu dinyatakan mengalami skizofrenia.
Insiden-insiden itu terjadi setelah aksi terorisme di dekat Masjid Finsbury Park, London pada 19 Juni lalu yang menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya. Insiden di London itu membuat komunitas muslim di Prancis juga merasa terancam.
(nvc/ita)











































