"Atas nama rakyat Amerika, Melania dan saya, kami mengucapkan salam hangat kami kepada seluruh umat Muslim yang merayakan Idul Fitri," ujar Trump dalam pernyataannya dikutip dari AFP, Minggu (25/6/2017).
"Selama liburan ini, kami diingatkan oleh pentingnya saling memaafkan, kasih sayang dan berbuat baik. Bersama umat Muslim di seluruh dunia, AS memperbaharui komitmen untuk menghormati nilai-nilai ini," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mendapat kecaman karena sejarah retorika anti-Muslim saat masa kampanyenya. Yaitu mencakup seruan untuk mengawasi masjid-masjid AS dan larangan bagi warga Muslim yang memasuki negara tersebut atas nama keamanan nasional.
Seminggu setelah menjadi presiden, dia mengeluarkan larangan bagi wisatawan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim ke AS. Larangan tersebut akhirnya dibekukan pengadilan AS setelah memicu kekacauan dan kemarahan global.
Namun, saat berkunjung ke Arab Saudi bulan lalu, Trump memperlunak sikapnya tentang Islam. Dia menolak gagasan pertempuran atas nama agama di hadapan pemimpin negara-negara Muslim.
(ams/rna)











































