Tayangan televisi menunjukkan dua tentara menembakkan senjata api laras panjang lewat pagar dari jarak dekat ke para demonstran yang melemparkan batu-batu. Akibatnya, seorang demonstran roboh dan diangkat oleh para demonstran lainnya. Paramedis membawa setidaknya dua orang yang terluka ke rumah sakit.
"Sersan tersebut menggunakan sebuah senjata tanpa izin untuk menghalau serangan, yang mengakibatkan kematian salah satu penyerang," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela Nestor Reverol seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (23/6/2017).
Dikatakannya, tentara tersebut menghadapi proses hukum terkait penembakan fatal itu.
Adapun korban tewas diidentifikasi sebagai David Jose Vallenill. Pemuda berumur 22 tahun itu meninggal setibanya di rumah sakit di wilayah Chacao.
Ratusan ribu warga Venezuela telah turun ke jalan-jalan dalam beberapa bulan terakhir untuk memprotes pemerintah. Para demonstran memprotes penekanan terhadap oposisi, kekurangan pangan dan obat-obatan, serta rencana Presiden Nicolas Maduro untuk merombak konstitusi. Para demonstran pun menuntut pengunduran diri Maduro.
Sebelumnya pada Senin (19/6) waktu setempat, seorang remaja tewas dalam aksi protes di wilayah yang sama, setelah rekaman menunjukkan seorang tentara garda nasional mengarahkan sebuah pistol ke para demonstran.
(ita/ita)











































