Seperti dilansir AFP, Kamis (22/6/2017), profesor Kevin King asal AS dan profesor Timothy Weeks asal Australia diculik sekelompok pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi di Kabul pada Agustus 2016. Keduanya dipaksa keluar dari kendaraan mereka.
Baik King maupun Weeks merupakan profesor yang sama-sama mengajar di American University of Afghanistan. Universitas yang didirikan tahun 2006 itu menarik perhatian banyak warga asing dari negara-negara Barat untuk bergabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video ini merupakan video kedua yang menampilkan King dan Weeks, setelah keduanya muncul dalam video pertama yang dirilis Januari 2017. Dalam video terbaru ini, kedua profesor terlihat jauh lebih kurus dari video pertama. Dalam video pertama, keduanya meminta Presiden AS Donald Trump untuk membebaskan mereka.
Pada Agustus tahun lalu, Pasukan Operasi Khusus AS sempat melancarkan penggerebekan rahasia untuk menyelamatkan kedua profesor, tapi gagal. Presiden AS saat itu, Barack Obama memberikan izin penggerebekan di area yang dirahasiakan di Afghanistan untuk membebaskan kedua sandera, namun kedua sandera tidak ada di lokasi penggerebekan.
Awal bulan ini, Taliban mengancam akan membunuh warga asing yang mereka sandera, jika otoritas Afghanistan mengeksekusi mati anggota Taliban yang ditahan. Selain menyandera kedua profesor, Taliban juga masih menyandera warga Kanada bernama Joshua Boyle dan istrinya, Caitlan Coleman yang merupakan warga AS. Keduanya diculik saat melakukan wisata ala backpacker di Afghanistan tahun 2012 lalu.
Secara terpisah, sumber pemerintahan Afghanistan baru-baru ini menyebut bahwa Presiden Ashraf Ghani diperkirakan akan menyetujui eksekusi mati 11 tahanan Taliban dan jaringan Haqqani. Kedua kelompok itu diyakini bertanggung jawab atas serangan bom truk di Kabul pada 31 Mei lalu, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 150 orang.
Timothy Weeks (kiri) dan Kevin King (kanan) Foto: radio.gov.pk |












































Timothy Weeks (kiri) dan Kevin King (kanan) Foto: radio.gov.pk