DetikNews
Kamis 22 Juni 2017, 10:22 WIB

Diledakkan ISIS, Ini Penampakan Masjid Mosul yang Tinggal Puing

Novi Christiastuti - detikNews
Diledakkan ISIS, Ini Penampakan Masjid Mosul yang Tinggal Puing Foto dari militer Irak yang menunjukkan kompleks Masjid Al-Nuri di Mosul tinggal puing (Iraqi Military Handout/via Reuters TV)
Baghdad - Masjid Raya Al-Nuri bersama menaranya, Al Hadba, yang menjadi ciri khas kota Mosul, Irak kini tinggal puing. Masjid bersejarah yang dibangun abad ke-12 itu telah rata dengan tanah usai diledakkan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menguasai area masjid itu.



Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (22/6/2017), militer Irak dan pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) kompak menuding ISIS sebagai dalang di balik kehancuran masjid ikonik itu. Juru bicara militer Irak menyebut masjid itu pada Rabu (21/6) malam, sekitar pukul 21.35 waktu setempat.

Foto dari udara menunjukkan Masjid Al-Nuri tinggal puingFoto dari udara menunjukkan Masjid Al-Nuri tinggal puing Foto: Iraqi Military Handout/via Reuters TV

Foto dari udara yang disebarkan oleh kantor media militer Irak, menunjukkan bangunan masjid Al Nuri dan menara Al-Hadba yang tersohor telah rata dengan tanah dan hanya tinggal reruntuhan, di tengah rumah-rumah warga di kawasan Old City, Mosul.

Kawasan Old City menjadi distrik terakhir di Mosul yang masih dikuasai ISIS. Saat ISIS meledakkan Masjid Al-Nuri, pasukan Irak yang didukung serangan udara koalisi AS, telah berada di lokasi berjarak 50 meter dari Masjid Al-Nuri.


Irak menyebut aksi ISIS meledakkan masjid itu sebagai kejahatan sejarah. "Daesh (nama Arab ISIS) melakukan kejahatan sejarah lainnya dengan meledakkan Masjid Al-Nuri dan Al-Hadba," ucap komandan operasi merebut Mosul, Letnan Jenderal Abdulamir Yarallah.

Otoritas Irak sebelumnya berharap agar Masjid Al-Nuri, yang dikuasai ISIS sejak 2014, bisa direbut sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun masjid itu hancur sebelum berhasil direbut kembali.

Masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba dalam foto yang diambil tahun 1932Masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba dalam foto yang diambil tahun 1932 Foto: BBC/Library of Congress

Nama Masjid Raya Al-Nuri berasal dari Nuruddin al-Zanki atau Nur al-Din Mahmoud Zangi, bangsawan Turki yang menguasai Mosul dan Aleppo. Dia memerintahkan pembangunan masjid itu pada tahun 1172, dua tahun sebelum kematiannya. Al-Zanki berperang melawan pasukan salib yang menguasai wilayah yang kini menjadi bagian dari Turki, Suriah dan Irak. Masjid itu juga sempat menjadi lokasi sebuah pesantren.

Di kompleks Masjid Al-Nuri, terdapat sebuah menara atau minaret bernama Al-Hadba, sangat dicintai warga dan diakui sebagai ciri khas kota Mosul, kota terbesar kedua di Irak. Saat abad pertengahan atau sekitar dua abad kemudian, penjelajah asal Maroko, Ibn Battuta, datang berkunjung, menara Al-Hadba sudah condong. Bentuk menara Al-Hadba yang condong membuatnya dijuluki sebagai 'Menara Pisa Irak' oleh warga setempat.


Menara Al-Hadba memiliki ornamen batu bata yang unik, yang mengelilingi eksteriornya yang berbentuk silinder. Menara ini sendiri masuk dalam daftar monumen yang dilindungi karena nilai sejarahnya yang tinggi. Tidak hanya itu, menara Al-Hadba juga menjadi simbol kota Mosul dan ditampilkan dalam banyak papan toko maupun papan iklan setempat. Banyak restoran, perusahaan dan kelab olahraga yang menggunakan nama Al-Hadba.

Saat ISIS memberlakukan syariat Islam menurut interpretasinya sendiri, beberapa area penting di Mosul, termasuk museum dan kuil penting. Warga setempat berupaya keras menahan ISIS untuk tidak meledakkan menara Al-Hadba.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed