Baru Menjabat, 3 Menteri Prancis Kompak Mundur

Baru Menjabat, 3 Menteri Prancis Kompak Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 14:48 WIB
Baru Menjabat, 3 Menteri Prancis Kompak Mundur
Emmanuel Macron (REUTERS/Christian Hartmann)
Paris - Menteri Kehakiman dan Menteri Pertahanan Prancis mengundurkan diri dari pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. Hal ini berpotensi memperumit rencana perombakan kabinet yang disusun Macron.

Informasi itu disampaikan oleh sumber dari kantor Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, seperti dilansir Reuters, Rabu (21/6/2017). Menteri-menteri yang mengundurkan diri berasal dari Partai Modem atau Pergerakan Demokratik, yang merupakan sekutu Partai Republic On The Move (LREM) yang menaungi Macron dalam pemilu presiden dan parlementer beberapa waktu lalu.

Sejak awal bulan ini, Partai Modem tengah menjadi target penyelidikan jaksa atas dugaan penyalahgunaan anggaran negara untuk aktivitas atau tugas palsu parlementer. Penyelidikan masih terus berlangsung hingga kini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa (20/6) waktu setempat, Menhan Sylvie Goulard mengundurkan diri. Dalam pernyataannya, Goulard menyatakan dirinya tidak ingin tetap menjabat karena partainya tengah diselidiki jaksa.

Kemudian pada Rabu (21/6) waktu setempat, seorang sumber yang memahami isu ini menuturkan kepada Reuters, bahwa Menteri Kehakiman Francois Bayrou juga mengundurkan diri. Bayrou diketahui merupakan Ketua Partai Modem. Bayrou disebut tidak akan menjadi bagian dari kabinet baru Macron, yang akan diumumkan pada Rabu (21/6) waktu setempat.

Selain Goulard dan Bayrou, Menteri Junior Urusan Eropa, Marielle de Sarnez, juga dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya. Ketiganya diketahui baru menjabat sejak 17 Mei, sebagai bagian dari pemerintahan PM Edouard Philippe dan Presiden Macron.

Partai Republik Prancis, yang beraliran konservatif, pekan ini menyerukan agar Bayrou dan De Sarnez mengundurkan diri merujuk pada penyelidikan yang tengah berlangsung terhadap Partai Modem.

Dengan pengunduran diri itu, disinyalir akan memperumit perombakan kabinet yang direncanakan Macron. Terlebih pada Senin (19/6), pemerintah Prancis mengumumkan bahwa Menteri Perencanaan Wilayah, Richard Ferrand, yang merupakan sosok kunci dalam Partai LREM meninggalkan jabatan di partai untuk menjadi ketua fraksi di parlemen. Masalahnya, Ferrand juga tengah menjadi target penyelidikan jaksa dalam kasus terpisah.

Perlu diketahui bahwa menjadi target penyelidikan awal di Prancis, bukan indikasi seseorang sudah pasti terlibat dan bersalah. Jaksa bisa saja memutuskan untuk menghentikan penyelidikan atau melanjutkannya ke penyelidikan menyeluruh.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads