Venezuela Tantang AS Untuk Kerahkan Pasukan Marinir

Venezuela Tantang AS Untuk Kerahkan Pasukan Marinir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 14:04 WIB
Venezuela Tantang AS Untuk Kerahkan Pasukan Marinir
aksi demo di Venezuela (Foto: Reuters)
Caracas - Pemerintah Venezuela mengecam Amerika Serikat karena mencoba memprakarsai rencana regional untuk mengatasi krisis yang melanda Venezuela. AS bahkan ditantang untuk mengirim pasukan Marinir ke Venezuela.

"Kelompok penghubung yang Anda usulkan benar-benar tak berguna dan tidak perlu," cetus Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez dalam pertemuan Organization of American States (OAS) di Cancun, Mexico.

"Satu-satunya cara Anda bisa memaksakan itu adalah dengan mengirimkan Marinir Anda -- yang akan mendapatkan respons mematikan dari Venezuela jika mereka berani membuat kesalahan seperti itu," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata-kata keras tersebut disampaikan terkait upaya Wakil Menteri Luar Negeri AS John Sullivan untuk mendapatkan dukungan atas resolusi OAS mengenai pengiriman para mediator regional ke Venezuela, yang dilanda aksi-aksi protes antipemerintah sejak April lalu. Setidaknya 74 orang telah tewas dalam kerusuhan sejak April tersebut.

Sehari sebelumnya, para menteri luar negeri OAS - yang terbagi antara sekutu dan seteru Venezuela -- gagal menyepakati respons bersama atas krisis Venezuela. Draf resolusi yang didukung AS tersebut kurang 3 suara dari total 23 suara setuju yang dibutuhkan untuk bisa diadopsi oleh kelompok beranggotakan 34 negara tersebut.

Sullivan kini berupaya membawa draf resolusi tersebut ke Majelis Umum OAS yang juga menggelar pertemuan di Cancun pekan ini. Di majelis tersebut, hanya dibutuhkan 18 suara setuju agar resolusi bisa diadopsi OAS.

Namun pemerintah Venezuela berulang kali menegaskan, pihaknya tak akan menghormati keputusan yang diambil OAS. Venezuela saat ini tengah dalam proses untuk keluar dari OAS -- prosedurnya akan memakan waktu 2 tahun.

Rodriguez juga mengecam negara-negara lain yang mendukung proposal resolusi tersebut.

Venezuela saat ini dilanda krisis ekonomi dan politik yang telah menyebabkan kekurangan pangan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Para demonstran antipemerintah menuntut digelarnya pemilihan umum untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads