"Kelompok penghubung yang Anda usulkan benar-benar tak berguna dan tidak perlu," cetus Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez dalam pertemuan Organization of American States (OAS) di Cancun, Mexico.
"Satu-satunya cara Anda bisa memaksakan itu adalah dengan mengirimkan Marinir Anda -- yang akan mendapatkan respons mematikan dari Venezuela jika mereka berani membuat kesalahan seperti itu," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, para menteri luar negeri OAS - yang terbagi antara sekutu dan seteru Venezuela -- gagal menyepakati respons bersama atas krisis Venezuela. Draf resolusi yang didukung AS tersebut kurang 3 suara dari total 23 suara setuju yang dibutuhkan untuk bisa diadopsi oleh kelompok beranggotakan 34 negara tersebut.
Sullivan kini berupaya membawa draf resolusi tersebut ke Majelis Umum OAS yang juga menggelar pertemuan di Cancun pekan ini. Di majelis tersebut, hanya dibutuhkan 18 suara setuju agar resolusi bisa diadopsi OAS.
Namun pemerintah Venezuela berulang kali menegaskan, pihaknya tak akan menghormati keputusan yang diambil OAS. Venezuela saat ini tengah dalam proses untuk keluar dari OAS -- prosedurnya akan memakan waktu 2 tahun.
Rodriguez juga mengecam negara-negara lain yang mendukung proposal resolusi tersebut.
Venezuela saat ini dilanda krisis ekonomi dan politik yang telah menyebabkan kekurangan pangan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Para demonstran antipemerintah menuntut digelarnya pemilihan umum untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro. (ita/ita)











































