Tak Ada Korban dalam Ledakan di Stasiun Belgia, Warga Panik

Tak Ada Korban dalam Ledakan di Stasiun Belgia, Warga Panik

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 08:41 WIB
Tak Ada Korban dalam Ledakan di Stasiun Belgia, Warga Panik
Polisi Belgia berjaga di dekat lokasi ledakan (REUTERS/Francois Lenoir)
Brussels - Tidak ada korban luka dalam ledakan bom di salah satu stasiun kereta di pusat kota Brussels, Belgia. Namun insiden ini memicu kepanikan besar bagi warga Belgia yang beberapa waktu lalu dilanda ledakan besar di bandara juga stasiun kereta metro lainnya.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (21/6/2017), sejumlah saksi mata yang berada di Central Station, yang menjadi lokasi ledakan, menuturkan situasi yang penuh ketegangan dan kepanikan sesaat setelah ledakan terjadi pada Selasa (20/6) malam waktu setempat.

"Orang-orang menangis, orang-orang berteriak. Ada pergerakan kepanikan," tutur juru bicara perusahaan perkeretaapian Belgia, SNCB, Elisa Roux.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentara Belgia juga dikerahkan untuk menjaga lokasi usai ledakan terjadiTentara Belgia juga dikerahkan untuk menjaga lokasi usai ledakan terjadi Foto: REUTERS/Francois Lenoir

Nicolas Van Herrewegen, yang merupakan salah satu staf stasiun tersebut, menuturkan kepada Reuters bahwa dirinya sedang bergegas ke peron bawah tanah yang melayani kereta api jarak jauh dan menuju pinggiran Belgia, saat mendengar ada seseorang berteriak.

"Ada seorang pria berteriak, dan berteriak, dan berteriak. Pria itu bicara soal jihad dan kemudian pada satu waktu dia berteriak: 'Allahu akbar' dan meledakkan koper kecil yang ada di sebelahnya. Orang-orang langsung berlarian," tutur Herrewegen.

"Sebenarnya bukan ledakan besar, tapi dampaknya cukup besar. Orang-orang berlarian," imbuhnya.


Herrewegen menggambarkan pelaku yang mendalangi ledakan bom itu sebagai pria berkulit gelap dan berambut pendek, yang mengenakan kaos putih dan celana jeans hitam. Dia mengaku sejak awal menyadari ada yang aneh dengan pelaku, karena dia melihat kabel menjuntai keluar dari pakaian pelaku. "Itu mungkin rompi bom bunuh diri," sebutnya.

Saksi mata lainnya, Remy Bonnaffe (23), sedang menunggu kereta di salah satu peron stasiun, saat dia tiba-tiba mendengar suara ledakan. Bonnaffe mendengar jelas suara ledakan itu, meskipun dirinya sedang mendengarkan musik dengan headphone.

"Awalnya saya pikir mungkin itu ledakan biasa, sebuah alat elektronik atau apa. Tapi ketika saya mendengar ledakan kedua, saya mulai mengikuti insting saya," ucap Bonnaffe, yang langsung bergegas berlari menjauhi suara ledakan. Dia sempat melihat ada kobaran api dari sebuah benda yang disebutnya mirip koper dan mengambil gambar kemudian mempostingnya ke media sosial.

Ledakan pertama yang dijepret oleh salah satu saksi mata, Remy BonnaffeLedakan pertama yang dijepret oleh salah satu saksi mata, Remy Bonnaffe Foto: Twitter/@remybonnaffe/via REUTERS

"Saya pikir kita sedikit beruntung malam ini. Saya senang tidak ada yang luka-luka dan ini jelas upaya yang gagal," ujarnya.

Dampak dari ledakan ini, ratusan orang yang ada di dalam salah satu stasiun tersibuk di Belgia itu dievakuasi. Tujuan wisata yang ada di dekat stasiun, Grand Place, juga ikut dikosongkan.

Pelaku yang identitasnya belum dirilis ke publik, akhirnya tewas di tangan tentara Belgia yang ditugaskan menjaga stasiun tersebut. Belgia memang mengerahkan personel militer untuk menjaga lokasi umum yang ramai orang, sejak serangan teror parah menewaskan 32 orang pada Maret 2016.

Sejumlah besar personel kepolisian Belgia dikerahkan ke lokasiSejumlah besar personel kepolisian Belgia dikerahkan ke lokasi Foto: REUTERS/Francois Lenoir

Jaksa Belgia menyebut pelaku membawa ransel dan sabuk peledak. Usai pelaku tewas, sebuah ledakan terkontrol dilaporkan terjadi di lokasi. Insiden ini tengah diselidiki otoritas Belgia sebagai 'serangan teroris'.

(nvc/dhn)


Berita Terkait