8 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas Ditembak Dekat Pangkalan AS

8 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas Ditembak Dekat Pangkalan AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 20 Jun 2017 16:21 WIB
8 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas Ditembak Dekat Pangkalan AS
Foto: AFP
Kabul - Sekelompok pria bersenjata menewaskan delapan petugas keamanan yang bekerja di pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Afghanistan. Ini terjadi di tengah rencana AS untuk meningkatkan jumlah pasukannya di negeri itu.

Para pengawal tersebut tewas ditembak saat diserang di dekat pangkalan militer Bagram di utara Kabul saat mereka mengendarai mobil untuk pulang menuju rumah mereka pada Senin (19/6) larut malam waktu setempat.

"Mereka semua warga setempat yang bekerja sebagai pengawal di Bagram," ujar gubernur distrik setempat, Abdul Shakoor Quddusi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/6/2017). Dua pengawal lainnya luka-luka dalam insiden itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun kelompok militan Taliban belakangan ini meningkatkan serangan-serangan di wilayah Afghanistan dan kelompok radikal ISIS tengah berupaya mendirikan basis di negara tersebut.

Pemerintah AS dalam waktu dekat ini akan mengumumkan peningkatan pengerahan militer AS untuk memperkuat pasukan Afghanistan, yang tengah berjuang menghadapi serangan-serangan Taliban. Para komandan militer AS di Afghanistan telah meminta tambahan ribuan personel pasukan darat.

Pasukan AS di Afghanistan kini berjumlah sekitar 8.400 personel, dan ada 5 ribu tentara lainnya dari sekutu-sekutu NATO. Jumlah ini telah menurun drastis dari angka 100 ribu lebih personel AS di Afghanistan enam tahun lalu.

Bagram yang berada sekitar 50 kilometer sebelah utara Kabul, merupakan basis dari pasukan AS terbesar di Afghanistan.

Sebelumnya pada Sabtu (17/6) waktu setempat, tujuh tentara AS terluka dalam serangan di Kamp Shaheen, dekat kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara. Pelaku penyerangan adalah seorang tentara Afghan. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads