Para pengawal tersebut tewas ditembak saat diserang di dekat pangkalan militer Bagram di utara Kabul saat mereka mengendarai mobil untuk pulang menuju rumah mereka pada Senin (19/6) larut malam waktu setempat.
"Mereka semua warga setempat yang bekerja sebagai pengawal di Bagram," ujar gubernur distrik setempat, Abdul Shakoor Quddusi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/6/2017). Dua pengawal lainnya luka-luka dalam insiden itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah AS dalam waktu dekat ini akan mengumumkan peningkatan pengerahan militer AS untuk memperkuat pasukan Afghanistan, yang tengah berjuang menghadapi serangan-serangan Taliban. Para komandan militer AS di Afghanistan telah meminta tambahan ribuan personel pasukan darat.
Pasukan AS di Afghanistan kini berjumlah sekitar 8.400 personel, dan ada 5 ribu tentara lainnya dari sekutu-sekutu NATO. Jumlah ini telah menurun drastis dari angka 100 ribu lebih personel AS di Afghanistan enam tahun lalu.
Bagram yang berada sekitar 50 kilometer sebelah utara Kabul, merupakan basis dari pasukan AS terbesar di Afghanistan.
Sebelumnya pada Sabtu (17/6) waktu setempat, tujuh tentara AS terluka dalam serangan di Kamp Shaheen, dekat kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara. Pelaku penyerangan adalah seorang tentara Afghan. (ita/ita)











































