DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 19:04 WIB

Menlu UAE Sebut Pengucilan Qatar Bisa Berlangsung Bertahun-tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Menlu UAE Sebut Pengucilan Qatar Bisa Berlangsung Bertahun-tahun Ilustrasi (REUTERS/Thomas White/Illustration)
Paris - Pengucilan Qatar oleh negara-negara Teluk Arab disebut bisa berlangsung lama, hingga bertahun-tahun. Pengucilan akan tetap berlangsung jika Qatar tak kunjung mengubah kebijakan luar negerinya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Mesir menjadi empat negara pertama yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Mereka menuding Qatar memicu instabilitas di kawasan Timur Tengah, mendanai terorisme dan mendukung agenda Iran, musuh Saudi cs.

Seluruh tudingan itu telah dibantah oleh Qatar. Namun langkah empat negara itu diikuti oleh beberapa negara lainnya, seperti Yaman, Libya, Mauritania, dan Maladewa.


Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (19/6/2017), Kuwait, negara tetangga Qatar, berupaya untuk menengahi ketegangan diplomatik ini. Meskipun perkembangan upaya Kuwait ini tidak terlalu signifikan sejauh ini.

"Mediasi Kuwait akan sangat bermanfaat dan akan ada permintaan bermunculan. Qatar akan menyadari ini merupakan interaksi luar negeri baru dan pengucilan bisa berlangsung bertahun-tahun," sebut Menteri Luar Negeri Qatar, Anwar Gargash, kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Paris.

"Jika mereka (Qatar-red) ingin dikuclikan karena pandangan sesat mereka soal apa itu peran politik, maka biarkan mereka dikucilkan. Mereka masih dalam tahap penyangkalan dan kemarahan," imbuhnya.


Gargash menyerukan kepada Qatar untuk menghentikan dukungannya bagi kelompok-kelompok ekstremis. Disebutkan Gargash bahwa yang menjadi kekhawatiran utama negara-negara Teluk adalah keterkaitan Qatar dengan jaringan Al-Qaeda dan kelompok militan lainnya, termasuk Hamas di Gaza dan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

"Mereka telah membangun podium megah bagi jihad dan ekstremisme Islam, kita memiliki kesempatan emas untuk memutus dukungan ini," ucap Gargash.

Terakhir, Gargash menyerukan kepada negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Inggris untuk membantu memantau setiap kesepakatan yang tercapai dengan Qatar nantinya. Hal ini demi memastikan Qatar tidak lagi bekerja sama dengan kelompok ekstrem. "Mereka (negara-negara besar) memiliki pengaruh diplomatik dan pemahaman teknis," ujarnya.


(nvc/bpn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed