Tiga hari setelah kebakaran hebat melanda apartemen Grenfell Tower, yang ada di Lancaster West Estate, Kensington, London, warga putus asa. Penyebab kebakaran itu belum diketahui pasti. Banyak jenazah korban yang diketahui masih berada di dalam gedung yang hangus terbakar.
Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Peter Nicholls |
Apartemen 24 lantai itu terbakar hebat sejak Rabu (14/6) dini hari waktu setempat. Api yang membakar nyaris seluruh lantai, mulai dari lantai dua hingga lantai paling atas, membuat petugas pemadam kebakaran harus berjuang ekstra keras untuk memadamkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir AFP, Sabtu (17/6/2017), demonstran yang marah mendatangi kantor Royal Borough of Kensington and Chelsea, yang mengelola blok perumahan sosial termasuk Grenfell Tower. Mereka bentrok dengan petugas keamanan yang siaga di lobi gedung. "Memalukan!" teriak demonstran.
Ratusan demonstran lainnya berunjuk rasa di luar gedung. Salah satu demonstran membawa poster bertuliskan 'Keadilan untuk Grenfell'. Demonstran lainnya membawa poster bertuliskan 'Wanted' untuk salah satu pejabat eksekutif pengelola Grenfell Tower, yang dituding melakukan 'pembunuhan korporasi'.
"Itu merupakan tindak kriminal untuk menutup rumah dengan plastik yang mudah terbakar," demikian bunyi poster lainnya, merujuk pada pemasangan 'cladding' (lapisan) pada dinding luar apartemen saat renovasi dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Stefan Wermuth |
Penghuni apartemen yang multi-etnis dan didominasi kelas pekerja, sejak lama mengeluhkan risiko kebakaran di Grenfell Tower, namun ditenangkan oleh otoritas setempat. "Kita ada di wilayah terkaya di Inggris dan di wilayah ini kita memiliki gedung yang menjadi tempat tinggal warga miskin dan keamanannya sungguh tidak layak. Kita perlu tahu bagaimana komitmen dewan kota setempat dalam memastikan tragedi ini tidak terulang," ucap salah satu penyelenggara unjuk rasa, Mustafa Al Mansur.
"Kami tidak berada di sini untuk mengganggu orang-orang. Kami hanya ingin jawaban," ucap salah satu demonstran bernama Salwa Buamani (25).
Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Stefan Wermuth |
Kemarahan warga sebagian besar diarahkan kepada Perdana Menteri Theresa May. Saat mengunjungi korban selamat yang ditampung di gereja dekat lokasi kebakaran, May disambut cemoohan. "Theresa May, ini saatnya untuk pergi," teriak demonstran yang menyerukan PM May untuk mundur.
(nvc/tor)












































Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Peter Nicholls
Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Stefan Wermuth
Demonstran memprotes pengelola apartemen London yang terbakar hebat Foto: REUTERS/Stefan Wermuth