DetikNews
Jumat 16 Juni 2017, 14:09 WIB

Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong-Un

Pengacara Siti Aisyah Analisis Bukti Racun VX, Libatkan Pakar Asing

Novi Christiastuti - detikNews
Pengacara Siti Aisyah Analisis Bukti Racun VX, Libatkan Pakar Asing Siti Aisyah saat menghadiri sidang pada 13 April lalu (AFP PHOTO/MANAN VATSYAYANA)
Kuala Lumpur - Pengacara yang mendampingi Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, fokus pada 'senjata pembunuh' gas saraf VX. Pakar asing akan dilibatkan untuk menganalisis bukti racun VX itu.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (16/6/2017), pengacara kedua terdakwa dalam kasus ini, Siti Aisyah (25) yang seorang WNI dan Doan Thi Huong (28) yang warga negara Vietnam, telah menerima dokumen penting dalam kasus ini dari jaksa penuntut Malaysia.


Sedikitnya 44 dokumen kunci termasuk hasil toksikologi, autopsi, laporan penangkapan, berita acara pemeriksaan dan foto kedua terdakwa telah diterima pengacara Aisyah dan Doan. Serah terima dokumen itu dilakukan di penjara Kajang, selatan Kuala Lumpur, dengan penjagaan ketat.

"Dokumen-dokumen itu merupakan laporan post-mortem, laporan pakar kimia, laporan penangkapan dan beberapa dokumen lainnya," sebut Naran Singh yang mendampingi Doan.

Pengacara kedua terdakwa ini sebelumnya menyebut jaksa enggan membagi dokumen-dokumen penting, yang dianggap penting untuk penyusunan pembelaan atas klien-klien mereka.


Dalam pernyataannya, pengacara Aisyah, Gooi Soong Seng, menyatakan beberapa dokumen itu akan dikirimkan ke pakar di Denmark dan beberapa negara lainnya untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis, sebut Gooi, akan difokuskan pada tudingan penggunaan racun VX oleh kedua terdakwa.

"Dalam laporan post-mortem ... mereka telah mengkonfirmasi bahwa penyebab kematian adalah VX. Jadi kami akan memeriksa aspek VX secara menyeluruh," tutur Gooi kepada wartawan setempat. Gooi tidak menjelaskan lebih lanjut soal aspek yang perlu dianalisis pakar.

Baik Aisyah maupun Doan sama-sama dijerat dakwaan pembunuhan terhadap Jong-Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Jong-Nam tewas setelah wajahnya diusap dengan racun VX oleh kedua terdakwa, pada 13 Februari lalu. Racun VX yang merupakan gas saraf mematikan dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Dalam kasus ini, Aisyah dan Doan sama-sama terancam hukuman mati dengan cara digantung, jika dinyatakan bersalah.

Ditambahkan Gooi dan Singh, bahwa mereka masih menunggu bukti rekaman CCTV terkait kematian Jong-Nam. Kepada diplomat masing-masing negara, Aisyah dan Doan sama-sama mengaku mereka ikut serta dalam acara lelucon televisi atau 'video pranks' saat menyerang Jong-Nam di KLIA.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed