"Dengan sangat sedih, saya bisa memastikan bahwa jumlah korban tewas saat ini mencapai 17 orang," terang Komandan Kepolisian Metropolitan London, Stuart Cundy, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Jumat (16/6/2017).
"Kami meyakini bahwa jumlah itu, dengan sangat disayangkan, akan bertambah," imbuh Cundy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas saat memadamkan kebakaran apartemen London Foto: REUTERS/Toby Melville |
Diyakini ada sekitar 600 orang di dalam blok Grenfell Tower, kompleks Lancaster West Estate, North Kensington, saat kebakaran melanda pada Rabu (14/6) dini hari waktu setempat. Hingga kini puluhan orang dilaporkan masih hilang atau belum diketahui keberadaannya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran London, Dany Cotton menyatakan, harapan untuk menemukan korban selamat dari balik puing kebakaran telah memudar. "Tragis, sekarang kami tidak berharap bisa menemukan siapa saja dalam keadaan hidup," sebutnya.
Jendela apartemen di London hangus terbakar Foto: REUTERS/Neil Hall |
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui pasti. Penyelidikan masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. Warga setempat yang marah, sempat berteriak kepada Wali Kota London, Sadiq Khan, saat dia mengunjungi lokasi kebakaran.
"Berapa banyak anak-anak tewas? Apa yang akan Anda lakukan?" tanya seorang pemuda kepada Khan, saat dia berusaha meredakan amarah warga.
"Anda bisa melihat kemarahan masyarakat, mereka berhak marah. Banyak orang telah meluapkan kekhawatiran mereka soal kompleks perumahan di sini, juga blok menara (apartemen) di seluruh London," imbuhnya. Kebakaran ini memicu banyak pertanyaan soal keamanan apartemen di London.
Dari 17 korban tewas, enam jenazah di antaranya ditemukan di luar gedung apartemen. Sekitar 11 jenazah lainnya ditemukan di dalam gedung. "Jenazah korban tidak bisa dikenal karena hangus," tutur Fiona McCormack dari tim identifikasi Kepolisian Metropolitan London.
Suasana mengerikan saat api berkobar hebat melalap apartemen London Foto: REUTERS/Toby Melville |
Salah satu korban tewas diidentifikasi bernama Mohammed Alhajali (23) yang merupakan pengungsi Suriah. Alhajali tiba di Inggris tahun 2014 bersama saudara laki-lakinya. "Mohammed melewati perjalanan berbahaya saat melarikan diri dari perang dan kematian di Suriah, hanya untuk tewas di sini, di Inggris, di rumahnya sendiri," demikian pernyataan Kampanye Solidaritas Suriah dalam pernyataannya.
(nvc/fdn)












































Petugas saat memadamkan kebakaran apartemen London Foto: REUTERS/Toby Melville
Jendela apartemen di London hangus terbakar Foto: REUTERS/Neil Hall
Suasana mengerikan saat api berkobar hebat melalap apartemen London Foto: REUTERS/Toby Melville