Kepala hubungan investor di UPS, Steve Gaut mengatakan, sama halnya dengan pelaku, para korban, semuanya merupakan sopir perusahaan tersebut. Penembakan itu terjadi pada Rabu (14/6) pagi waktu setempat, saat para pekerja tengah berkumpul untuk rapat pagi harian sebelum mereka memulai rutinitas pengiriman barang.
Dua orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka tembak. Lima orang lainnya mengalami luka ringan dalam penembakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian belum merilis identitas pelaku. Juga belum jelas motif penembakan tersebut. Namun Wakil Kepala Kepolisian San Francisco Toney Chaplin mengatakan pada konferensi pers, penembakan itu bukan aksi terorisme.
Polisi menemukan dua senjata api dari fasilitas UPS, termasuk senjata yang digunakan untuk menembaki korban.
Penembakan brutal ini terjadi hanya beberapa jam setelah penembakan para politisi Partai Republik yang sedang berlatih baseball di pinggiran Washington. Pelakunya, seorang pria anti-Partai Republik tewas dalam baku tembak dengan polisi.
"Kita selalu bersedih atas hilangnya nyawa akibat kekerasan senjata," demikian disampaikan Wali Kota San Francisco Ed Lee lewat akun Twitter. (ita/ita)










































