Gedung Putih menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/6/2017), Trump dan Ibu Negara Melania datang membawa bunga ke sebuah rumah sakit di Washington untuk menjenguk Scalise. Politisi tersebut baru saja selesai menjalani operasi menyusul penembakan di Virginia pada Rabu (14/6) pagi waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump pun menyerukan untuk bersatu. "Kita paling kuat ketika kita bersatu dan ketika kita bekerja sama untuk kebaikan bersama," kata Trump.
Scalise diketahui sebagai penentang keras usulan pengendalian kepemilikan senjata api.
Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai James Hodgkinso. Pria berusia 66 tahun itu berulang kali melepaskan tembakan ke para politisi yang sedang berlatih untuk pertandingan amal baseball pada Rabu (14/6) waktu setempat. Hodgkinson sendiri tewas dalam baku tembak dengan polisi Capitol Hill yang berada di lokasi kejadian.
Hodgkinson diketahui telah memposting pesan-pesan bernada kemarahan terhadap Trump dan para tokoh Partai Republik lainnya via media sosial. Pria itu merupakan anggota kelompok-kelompok anti-Partai Republik di Facebook, seperti "The Road to Hell Is Paved With Republicans," "Terminate The Republican Party," dan "Donald Trump is not my President."
Penembakan itu terjadi tak lama setelah pukul 07.00 waktu setempat. Saat kejadian, ada sekitar 20 anggota DPR AS dan dua senator. Saksi mata menyebutkan, penembakan itu berlangsung sekitar 10 menit.
Para politisi tersebut mengatakan, mereka mendengar suara keras seperti suara petasan dan antara 15 hingga 20 orang terbaring di tanah. "Ketika dia mulai menembaki, dia menembak untuk membunuh orang-orang. Dan terima kasih Tuhan, dia tidak terlalu hebat menembak," ujar anggota parlemen Joe Barton, yang merupakan manajer tim baseball Partai Republik. (ita/ita)










































