Penembakan di Stasiun Kereta Munich, Polisi Jerman Luka Parah

Penembakan di Stasiun Kereta Munich, Polisi Jerman Luka Parah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 16:31 WIB
Penembakan di Stasiun Kereta Munich, Polisi Jerman Luka Parah
Foto: Internet
Munich - Beberapa orang terluka ketika sejumlah tembakan dilepaskan oleh seorang pria di stasiun kereta komuter di kota Munich, Jerman selatan. Satu orang telah ditahan terkait insiden tersebut.

"Beberapa orang terluka akibat tembakan-tembakan. Seorang polisi wanita terluka parah di stasiun S-Bahn di Unterfoehring, pinggiran timur laut Munich," demikian disampaikan kepolisian lewat akun Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/6/2017).

Diimbuhkan bahwa lokasi kejadian saat ini telah "diamankan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara kepolisian Munich, Marcus da Gloria Martins, kemudian mengatakan kepada para wartawan, tak ada indikasi motif politik atau agama di balik insiden itu.

"Pelaku tunggal dimotivasi oleh alasan-alasan pribadi," ujarnya.

Martins mengatakan, pelaku mencoba mendorong seorang polisi wanita (polwan) ke depan sebuah kereta yang mendekat, hingga terjadi perkelahian. Saat itulah, pelaku merebut senjata api polwan itu dan menembakkannya.

"Polisi tersebut tertembak di bagian kepala dan terluka parah," ujar Martins.

Dua orang lainnya di stasiun tersebut juga mengalami luka-luka serius namun nyawa mereka tidak dalam bahaya. Mereka sedang dirawat di rumah sakit setempat.

"Area di sekitar stasiun kereta pinggiran kota Unterfoering telah ditutup," imbuhnya.

Tidak disebutkan identitas pria pelaku penembakan itu.

Sebelumnya pada Juli 2016 lalu, remaja berumur 18 tahun, David Ali Sonboly menembak mati 9 orang di sebuah pusat perbelanjaan Munich, sebelum menembak dirinya sendiri. Remaja putra itu diketahui telah merencanakan selama setahun aksi penembakannya itu. Menurut kepolisian Jerman, remaja Iran-Jerman tersebut terobsesi dengan para pembunuh massal seperti Anders Behring Breivik asal Norwegia. Dia dinyatakan tidak punya kaitan dengan kelompok radikal ISIS.

Otoritas Jerman telah berada dalam status siaga tinggi sejak serangkaian serangan di negara tersebut yang diklaim oleh ISIS. Serangan paling mematikan terjadi pada Desember 2016 lalu, ketika seorang pencari suaka asal Tunisia menabrakkan truk ke kerumunan orang di pasar Natal Berlin. Sebanyak 12 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam serangan itu.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads