Kepolisian mengingatkan bahwa korban jiwa masih akan bertambah seiring para pekerja darurat berupaya mencapai wilayah-wilayah terpencil di Bangladesh tenggara yang dilanda hujan lebat musim penghujan. Di wilayah-wilayah itu, jaringan telepon dan transportasi telah terputus.
"Upaya penyelamatan masih berlangsung. Jumlah korban jiwa bisa meningkat karena banyak daerah yang terputus," ujar kepala Departemen Manajemen Bencana Reaz Ahmed seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (13/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa mencapai banyak tempat yang terdampak. Begitu hujan berhenti, kami akan mendapatkan gambaran lengkap mengenai kerusakan dan melakukan upaya penyelamatan dengan cepat," tutur Ahmed.
Banyak korban berasal dari komunitas-lomunitas kesukuan di kawasan distrik perbukitan terpencil Rangamati, dekat perbatasan India. Di wilayah itu, 24 orang tewas ketika tanah longsor mengubur rumah-rumah mereka.
"Sebagian dari mereka sedang tidur di rumah-rumah mereka di tepi bukit ketika tanah longsor terjadi," ujar kepala kepolisian distrik setempat Sayed Tariqul Hasan kepada AFP.
Enam orang lainnya tewas di distrik tetangga Bandarban, yang tiga korban tewas di antaranya adalah anak-anak. Tiga kakak-beradik itu terkubur tanah longsor saat mereka tidur pulas di rumah mereka.
Sebanyak 16 korban jiwa lainnya berada di distrik Chittagong. Di distrik itu, setidaknya 126 orang tewas ketika tanah longsor dahsyat mengubur sebuah desa, satu dekade silam. (ita/ita)











































