2 Guru WN China Dilaporkan Dibunuh ISIS di Pakistan

2 Guru WN China Dilaporkan Dibunuh ISIS di Pakistan

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 11 Jun 2017 12:25 WIB
2 Guru WN China Dilaporkan Dibunuh ISIS di Pakistan
Lokasi dua guru WN China dilaporkan dibunuh ISIS di Pakistan (Foto: Dok. CNN)
Balochistan - ISIS melalui media yang berafiliasi dengan mereka, Amaq, menyatakan telah membunuh dua orang guru WN China yang sebelumnya ditahan di Distrik Mastung, Balochistan, Pakistan. Pemerintah Pakistan masih mengkofirmasi kebenaran kabar tersebut.

Dilansir dari CNN, Minggu (11/6/2017), ISIS juga merilis video penembakan keduanya di sebuah tanah berumput. Dua guru tersebut disebutkan merupakan pasangan suami istri.

"Kita tengah bekerja mengkonfirmasi keaslian laporan mengenai pembunuhan dua warga negara China yang diculik di Quetta," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru Bicara Kemlu China, Hua Chunying, menegaskan negaranya menentang segala bentuk penculikan warga sipil dan juga terorisme.

"China dengan tegas menentang semua bentuk penculikan warga sipil dan menentang semua bentuk terorisme serta tindakan kekerasan yang ekstrem," kata Chunying.

Surat kabar yang dikelola pemerintah China, Global Times, menuliskan bahwa pengaruh internasional China semakin terasa. Oleh sebab itu keamanaan nasional dan keamanan warga China di luar negeri benar-benar menjadi tantangan baru pemerintah.

"Karena pengaruh internasional China semakin meningkat, organisasi teroris menargetkan orang China untuk mendapatkan uang tebusan atau hanya untuk menciptakan sensasi. Kasus penculikan orang Tionghoa telah meningkat," tulis surat kabar itu dalam sebuah editorial.

Warga negara China yang menetap di Pakistan berjumlah lebih besar sejak adanya pengumuman investasi senilai USD 46 miliar pada 2015 yang dikenal dengan nama China-Pakistan Economic Corridor (CPEC).

"Mengingat situasi keamanan Pakistan yang kompleks, kedua belah pihak perlu mempelajari dan merumuskan rencana keamanan yang lebih komprehensif untuk sepenuhnya meliputi orang-orang China di Pakistan," tulis Global Times. (rna/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads