Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/6/2017), pencarian korban dan puing pesawat militer yang membawa 122 orang itu telah memasuki hari ketiga. Pesawat buatan China jenis Y-8-200F ini hilang kontak pada Rabu (7/6) waktu setempat saat mengudara dari kota Myeik menuju Yangon.
Sedikitnya 8 kapal Angkatan Laut dan sistem sonar dikerahkan untuk membantu pencarian. Sekitar 20 kapal sipil juga turut membantu pencarian, yang dilakukan di tengah cuaca buruk yang menyelimuti pantai selatan Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ratusan Orang Tunggu Jasad Korban Pesawat Jatuh di Pantai Myanmar
Sejumlah tentara Myanmar disiagakan di desa nelayan Sanlan, yang berjarak 600 kilometer dari Yangon, untuk membantu proses pemindahan jenazah korban. Jenazah para korban yang telah ditemukan, dibawa via jalur udara karena gelombang laut yang besar.
Melalui halaman Facebook-nya, militer Myanmar menyebut sejauh ini sudah 31 jenazah korban, yang terdiri atas 23 warga dewasa dan 8 anak-anak, yang ditemukan dari perairan Laut Andaman, dekat kota pantai Launglon. Upaya pencarian dan penyelamatan dimulai sejak Rabu (7/6).
Pesawat yang jatuh itu membawa 108 penumpang dan 14 awak. Para penumpang terdiri dari para tentara Myanmar dan keluarganya, dengan rincian 58 warga sipil dewasa, 15 anak-anak dan 35 tentara.
Otoritas militer Myanmar menyatakan, pesawat hilang kontak sekitar 29 menit setelah lepas landas dari kota Myeik menuju Yangon. Pesawat tengah mengudara pada ketinggian 18 ribu kaki (5.485 meter) di atas Laut Andaman saat hilang kontak.
Baca juga: Pesawat Militer Myanmar Jatuh di Laut Andaman, Jasad Ditemukan
Serpihan seperti roda pesawat, dua jaket pelampung dan sejumlah tas berisi pakaian yang diyakini berasal dari pesawat militer itu, telah ditemukan pada Kamis (8/6) waktu setempat. Penyebab jatuhnya pesawat masih diselidiki. (nvc/ita)











































