"Petempur Daulah Islamiyah (nama lain ISIS) menewaskan dua warga China yang disandera di Provinsi Baluchistan, Pakistan barat daya," demikian pernyataan kantor berita ISIS, Amaq, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/6/2017).
Juru bicara pemerintah provinsi Baluchistan menyatakan pihaknya masih dalam proses mengkonfirmasi kebenaran laporan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya 'sangat khawatir' soal laporan itu dan menyatakan masih memverifikasi kebenaran informasinya. Mereka menyatakan terus berupaya menyelamatkan dua warganya yang disandera. "Kami telah berupaya menyelamatkan dua sandera yang diculik selama beberapa waktu terakhir," demikian pernyataan mereka.
"Pihak China bekerja untuk mempelajari dan memverifikasi informasi terkait melalui berbagai saluran, termasuk bekerja sama dengan otoritas Pakistan. Pihak China dengan tegas menentang tindak penculikan warga sipil dalam berbagai bentuk, juga menentang terorisme dan kekerasan ekstrem," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
Belum ada komentar resmi dari otoritas Pakistan terkait hal ini.
ISIS yang merajalela di Irak dan Suriah, juga menguasai sejumlah wilayah di Afghanistan dan berupaya menancapkan pengaruh di Pakistan. ISIS telah mengklaim sejumlah serangan teror di Pakistan, termasuk serangan terhadap Wakil Ketua Senat di Baluchistan, bulan lalu, yang menewaskan 25 orang. Duta Besar China untuk Pakistan dan para pejabat lainnya mendorong otoritas Pakistan untuk meningkatkan keamanan di Baluchistan.
Jumlah warga Pakistan yang belajar bahasa Mandarin meningkat sejak tahun 2014, setelah Presiden China Xi Jinping menandatangani Koridor Ekonomi China-Pakistan, yang menjanjikan investasi US$ 57 miliar untuk jalanan, jalur kereta api dan infrastruktur di Pakistan. (nvc/ita)











































