Pesawat Myanmar Jatuh di Laut Andaman, 10 Jasad Korban Dievakuasi

Pesawat Myanmar Jatuh di Laut Andaman, 10 Jasad Korban Dievakuasi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Jun 2017 16:41 WIB
Pesawat Myanmar Jatuh di Laut Andaman, 10 Jasad Korban Dievakuasi
Pesawat Militer Y-8-200F (FACEBOOK: CINCDS MYANMAR/Handout/via Reuters TV)
Yangon - Sedikitnya 10 jenazah korban berhasil dievakuasi dari perairan yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat militer Myanmar. Terdapat lima jenazah anak-anak di antara jenazah korban yang ditemukan.

Dituturkan militer Myanmar dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (8/6/2017), sedikitnya 10 jenazah korban termasuk lima jenazah anak-anak dan empat jenazah wanita telah dievakuasi dari Laut Andaman, yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Seorang sumber kepolisian setempat, menuturkan kepada AFP, bahwa jenazah korban yang dievakuasi mendekati angka 20 jenazah. "Jenazah korban masih dibawa ke pantai terdekat," sebutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat militer buatan China jenis Y-8-200F itu hilang kontak pada Rabu (7/6) siang, selang 29 menit setelah lepas landas dari Kota Myeik menuju Yangon. Pesawat tengah mengudara pada ketinggian 18 ribu kaki (5.485 meter) di atas Laut Andaman saat hilang kontak.

Baca juga: Pesawat Militer Myanmar Jatuh di Laut Andaman, Jasad Ditemukan

Sembilan kapal militer, lima pesawat militer dan dua helikopter Myanmar dikerahkan untuk mencari jenazah korban dan puing pesawat. Sejumlah kapal nelayan membantu upaya pencarian. Pesawat militer ini disebut 122 orang yang terdiri atas 108 tentara dan keluarga serta 14 awak. Sebanyak 108 tentara dan keluarganya yang ada di dalam pesawat ini, terdiri atas 58 penumpang dewasa, 15 penumpang anak-anak dan 35 tentara.

Jenazah para korban ditemukan di perairan yang berjarak 35 kilometer dari kota pantai Launglon, Myanmar bagian selatan. Sebuah roda pesawat, dua jaket pelampung dan beberapa tas berisi pakaian, yang diyakini berasal dari pesawat militer yang jatuh, ditemukan lebih awal.

Lebih dari 40 ambulans dan petugas medis dikerahkan ke kota nelayan Sanlan, untuk menangani segera jenazah korban yang telah dievakuasi.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads