Masih Dibayangi Teror, 49 Juta Warga Inggris Ikut Pemilu Awal

Masih Dibayangi Teror, 49 Juta Warga Inggris Ikut Pemilu Awal

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Jun 2017 15:03 WIB
Masih Dibayangi Teror, 49 Juta Warga Inggris Ikut Pemilu Awal
Polisi Inggris menjaga tempat pemungutan suara (AFP PHOTO/Justin TALLIS)
London - Masih dibayangi teror, warga Inggris mengikuti pemilihan umum lebih awal untuk memilih anggota parlemen. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May yang dinaungi Partai Konservatif diprediksi menang mudah dalam pemilu ini.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (8/6/2017), tempat pemungutan suara, yang kebanyakan berlokasi di sekolah-sekolah dan pusat komunitas, telah dibuka pukul 07.00 waktu setempat dan ditutup pukul 22.00 waktu setempat. Zona waktu di London lebih lambat enam jam dari zona waktu Jakarta, atau Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).

Masih Dibayangi Teror, 49 Juta Warga Inggris Ikut Pemilu AwalFoto: AFP PHOTO/Odd ANDERSEN

Sekitar 49,6 juta pemilih terdaftar menggunakan hak suaranya untuk memilih antara PM May atau pemimpin oposisi, Jeremy Corbyn, yang merupakan Ketua Partai Buruh. Dalam polling terbaru, Partai Konservatif memimpin perolehan suara dengan selisih 5-12 persen atas Partai Buruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilu awal, yang disebut 'snap election', merupakan pemilihan umum yang digelar lebih awal dari jadwal seharusnya. Pada April lalu, PM May menyerukan digelarnya pemilu awal. Sesuai undang-undang, pemilu di Inggris digelar setiap lima tahun, pada bulan Mei. Terakhir kali, pemilu Inggris digelar tahun 2015 sehingga berarti pemilu selanjutnya baru digelar tahun 2020 mendatang.

Tempat pemungutan suara di InggrisTempat pemungutan suara di Inggris Foto: AFP PHOTO/Adrian DENNIS

PM May menyerukan digelarnya pemilu lebih awal usai dirinya terpilih menggantikan PM David Cameron yang resmi mengundurkan diri pada Juli 2016. Cameron mengumumkan pengunduran dirinya pada 24 Juni 2016, atau sehari setelah referendum Brexit menyatakan Inggris keluar dari Uni Eropa. Hasil referendum itu menjadi pukulan telak bagi Cameron dan pemerintahannya saat itu.

Usai Cameron mundur, May yang terpilih menjadi Ketua Partai Konservatif yang baru otomatis menjabat sebagai PM Inggris. May bertugas mengawal proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, yang sangat rumit dan memakan banyak waktu.

Tempat pemungutan suara di InggrisTempat pemungutan suara di Inggris Foto: AFP PHOTO/Adrian DENNIS

Pada April lalu, PM May mengumumkan digelarnya pemilu awal dengan harapan meningkatkan dominasi Partai Konservatif dalam parlemen, demi memperkuat posisi Inggris dalam perundingan Brexit dengan otoritas Uni Eropa. Untuk diketahui bahwa Partai Konservatif saat ini menempati 330 kursi dari total 650 kursi House of Commons, setara DPR. Sedangkan oposisinya, Partai Buruh, menempati 229 kursi parlemen.

Isu Brexit awalnya mendominasi pemilu awal, namun serangkaian serangan teror yang melanda Inggris dalam beberapa bulan terakhir mengubah fokus ke isu keamanan. Sedikitnya 30 orang tewas akibat serangan teror di Manchester dan London dalam dua pekan terakhir.

Pemungutan suara digelar dengan pengamanan ketat, mengingat tingkat ancaman teror di Inggris masih berada pada level 'parah' atau level tertinggi kedua. Kepolisian Metropolitan London menyatakan pihaknya memberlakukan 'operasi fleksibel dan khusus' yang bisa dikerahkan kapan saja.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini