Masaaki Osaka, radikal sayap kiri, dituduh menyerang seorang polisi dengan pipa logam dan bom Molotov saat aksi protes jalanan di distrik Shibuya, Tokyo. Pria berumur 67 tahun itu dulunya merupakan anggota penting Liga Komunis Revolusioner Jepang. Dia menghilang usai insiden pembunuhan tersebut pada akhir tahun 1971.
Juru bicara Kepolisian Metropolitan Tokyo hari ini seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/6/2017) mengkonfirmasi penangkapan Osaka, namun menolak memberikan keterangan lebih detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media-media lokal Jepang melaporkan, Osaka bisa bersembunyi selama puluhan tahun berkat bantuan rekan-rekannya yang bersimpati.
Pembunuhan tersebut terjadi di masa ketika aksi-aksi protes jalanan besar-besaran terjadi di kota-kota besar di dunia, yang kerap diwarnai bentrokan dengan otoritas.
(ita/ita)











































