Dituturkan anggota parlemen Iran, Elias Hazrati, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/6/2017), tiga pria bersenjata menyerbu gedung parlemen pada Rabu (7/6) pagi waktu setempat. Satu pelaku membawa pistol dan dua pelaku lainnya membawa senapan serbu AK-47.
Kantor berita ISNA mengutip seorang anggota parlemen Iran yang menyatakan seluruh pintu ruang yang ada di dalam gedung parlemen langsung dikunci begitu insiden terjadi. Salah satu pelaku berhasil dikepung oleh personel kepolisian yang dikerahkan ke lokasi.
"Saya berada di dalam gedung parlemen saat penembakan terjadi. Semua orang terkejut dan takut. Saya melihat dua orang melepas tembakan secara acak," tutur salah satu wartawan di gedung parlemen yang enggan disebut identitasnya.
Dalam insiden terpisah yang terjadi setengah jam kemudian, seperti dilaporkan kantor berita Fars, serangan juga terjadi di kompleks Mausoleum Ayatollah Khomeini yang ada di Teheran. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di kompleks mauseoleum ini. Beberapa orang luka-luka dalam serangan ini.
Menurut kantor berita ISNA, pelaku penembakan di kompleks mausoleum ini akhirnya meledakkan diri. Ayatollah Ruhollah Khomeini merupakan tokoh revolusi Iran yang melancarkan Revolusi Islamis tahun 1979 silam.
Identitas maupun motif para pelaku penyerangan ini masih belum jelas. Tidak diketahui pasti apakah kedua insiden ini saling berkaitan.
(nvc/ita)











































