Saat perang Arab-Israel tahun 1967 yang berlangsung selama 6 hari, Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania, kemudian Jalur Gaza dari Mesir dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Israel kemudian mencaplok wilayah itu, langkah yang ditentang komunitas internasional. Tahun 2005, Israel menarik diri dari Gaza yang kini dikuasai kelompok Hamas.
Palestina ingin mendirikan negara sendiri di wilayah Tepi Barat dan Gaza, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Israel menentang keras keinginan Palestina itu. Perundingan damai antara kedua pihak menemui jalan buntu pada tahun 2014 dan terhenti hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zeid menyebut, warga Palestina saat ini memperingati 'setengah abad penderitaan di bawah pendudukan yang dilakukan kekuatan militer' dan menandai 'pelanggaran hukum internasional secara sistematis'.
Ditambahkan Zeid, warga Israel sendiri juga layak mendapat kebebasan dari konflik dan kekerasan yang selama ini menyelimuti kehidupan mereka.
"Mempertahankan pendudukan dan bagi kedua rakyat hanya akan memperpanjang penderitaan besar," sebut Zeid.
Saat ini ada 350 ribu warga Israel yang tinggal di sejumlah kompleks permukiman Yahudi di Tepi Barat. Kebanyakan negara memandang permukiman Yahudi itu ilegal. Namun Israel menegaskan bahwa secara historis, sesuai Alkitab dan keterkaitan politik, mereka terkait dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
(nvc/try)











































