Clay Higgins, mantan polisi yang baru pertama kali menjadi anggota parlemen Partai Republik, melontarkan komentar itu via Facebook pada Minggu (4/6) waktu setempat. Higgins melampirkan foto salah satu pelaku teror London yang tergeletak di atas aspal.
"Tidak satupun tersangka Islamis radikal yang harus mendapat perlakuan adil," tulis Higgins via akun Facebook-nya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Higgins itu diposting setelah tiga pria menabrak pejalan kaki di London Bridge dan menusuk orang-orang di Borough Market pada Sabtu (3/6) malam. Tujuh orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat aksi teror yang menuai kecaman dunia itu. Tiga pelaku ditembak mati polisi.
Sama seperti Presiden AS Donald Trump, Higgins merupakan politikus pemula. Dia memenangkan pemilu di salah satu distrik negara bagian Louisiana beberapa waktu lalu.
Komentar kontroversial Higgins itu menuai kecaman keras dari kelompok HAM setempar, karena dianggap mengabaikan hukum. "Sentimen Higgins bertentangan secara fundamental dengan prinsip-prinsip utama yang mendasari berdirinya negara ini," demikian kritik Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) untuk wilayah Lousiana.
Menanggapi komentarnya yang dikecam, Higgins kembali memberi pernyataan pada Senin (5/6) waktu setempat. Dia menyebut tujuannya adalah 'memprioritaskan keamanan nasional dan melindungi warga Amerika'.
"Saya tidak pernah dituding karena menjadi benar secara politik. Saya melontarkan hal-hal sesuai cara saya memandangnya. Kita ada dalam perang dunia. Musuhnya adalah jihadis Islamis radikal," ucapnya. (nvc/ita)











































