Dituturkan juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/6/2017), insiden ini terjadi setelah sejumlah personel polisi di kota Kafr Qassem, yang didominasi warga keturunan Arab, berusaha menangkap seorang tersangka yang akan diinterogasi.
Tidak disebut lebih lanjut identitas tersangka yang akan ditangkap polisi itu. Namun, dikatakan Rosenfeld, sekitar 50 warga setempat menghadang personel kepolisian itu dan melemparkan batu ke arah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang demonstran mengalami luka kritis akibat tembakan itu dan akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit setempat.
Tayangan televisi setempat menunjukkan batu bertebaran di sepanjang jalanan dekat kantor polisi tersebut. Tiga kendaraan di dekat lokasi terbakar.
Wali Kota Kafr Qassem, Adel Badir, menyatakan bahwa petugas keamanan Israel menggunakan kekerasan dalam menghadapi para demonstran. "Saya tidak mengerti bagaimana bisa petugas keamanan merasa nyawanya dalam bahaya jika dia bersama personel kepolisian," ucap Badir kepada radio setempat, Army Radio.
Dituturkan Badir bahwa ketegangan warga setempat dengan polisi semakin memuncak dalam beberapa minggu terakhir. Ketegangan ini dipicu sikap polisi yang dianggap mengabaikan semakin meningkatnya angka kejahatan di kota tersebut.
(nvc/ita)











































