Warga Arab-Israel Tewas Ditembak dalam Unjuk Rasa

Warga Arab-Israel Tewas Ditembak dalam Unjuk Rasa

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 16:07 WIB
Warga Arab-Israel Tewas Ditembak dalam Unjuk Rasa
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Tel Aviv - Seorang warga Israel keturunan Arab tewas ditembak petugas keamanan dalam unjuk rasa di wilayah Israel bagian tengah. Dalam unjuk rasa ini, ratusan demonstran menyerbu kantor polisi setempat dan membakar kendaraan di sekitarnya.

Dituturkan juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/6/2017), insiden ini terjadi setelah sejumlah personel polisi di kota Kafr Qassem, yang didominasi warga keturunan Arab, berusaha menangkap seorang tersangka yang akan diinterogasi.

Tidak disebut lebih lanjut identitas tersangka yang akan ditangkap polisi itu. Namun, dikatakan Rosenfeld, sekitar 50 warga setempat menghadang personel kepolisian itu dan melemparkan batu ke arah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa saat kemudian, ratusan demonstran, yang beberapa mengenakan masker, mendobrak gerbang kantor polisi setempat dan berusaha masuk ke dalam gedung. "Petugas keamanan di kantor polisi tersebut, merasa nyawanya dalam bahaya dan melepas tembakan," terang Rosenfeld.

Salah seorang demonstran mengalami luka kritis akibat tembakan itu dan akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit setempat.

Tayangan televisi setempat menunjukkan batu bertebaran di sepanjang jalanan dekat kantor polisi tersebut. Tiga kendaraan di dekat lokasi terbakar.

Wali Kota Kafr Qassem, Adel Badir, menyatakan bahwa petugas keamanan Israel menggunakan kekerasan dalam menghadapi para demonstran. "Saya tidak mengerti bagaimana bisa petugas keamanan merasa nyawanya dalam bahaya jika dia bersama personel kepolisian," ucap Badir kepada radio setempat, Army Radio.

Dituturkan Badir bahwa ketegangan warga setempat dengan polisi semakin memuncak dalam beberapa minggu terakhir. Ketegangan ini dipicu sikap polisi yang dianggap mengabaikan semakin meningkatnya angka kejahatan di kota tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads