Jatuhnya korban jiwa warga sipil tersebut dilaporkan oleh kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/6/2017).
"Warga sipil tengah menaiki kapal-kapal kecil di tepi utara Sungai Efrat untuk kabur dari kawasan selatan Raqa," demikian disampaikan kepala Observatory, Rami Abdel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/6/2017).
Dikatakannya, wanita dan anak-anak termasuk di antara korban tewas. Namun dia tak bisa memberikan angka spesifiknya.
Menurut Observatory yang berbasis di Inggris, serangan terbaru koalisi tersebut terjadi pada Senin (5/6) pagi waktu setempat.
"Korban jiwa mungkin terus bertambah dikarenakan beberapa yang terluka saat ini dalam kondisi kritis," demikian disampaikan Observatory.
Kelompok aktivis Raqa is Being Slaughtered Silently juga melaporkan serangan udara tersebut. Disebutkan bahwa serangan udara mengenai warga "yang sedang menunggu di dekat sungai dan yang lainnya yang berada di kapal-kapal yang mencoba melintasi (sungai)."
Disebutkan bahwa warga sipil meloloskan diri dari Raqa dengan melintasi Sungai Efrat via kapal, setelah hancurnya dua jembatan utama yang menghubungkan kota Raqa ke luar. Ribuan warga sipil dilaporkan telah meninggalkan kota Raqa belakangan ini.
(ita/ita)











































