Dilansir AFP, Selasa (7/6/2017), Abdul Rahman juga membuka dialog keterbukaan dan kejujuran untuk menyelesaikan krisis yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan kita dengan Amerika Serikat sangat strategis. Ada hal-hal yang tidak kita setujui tapi wilayah kerja sama kita melebihi pertengkaran yang ada," ujar Abdul Rahman.
Terkait adanya pemutusan hubungan diplomatik dari sejumlah negara, Abdul Rahman mengatakan Qatar membantah tuduhan soal dukungan terorisme dan ekstrimisme.
Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat meminta negara-negara di Teluk Arab untuk tetap bersatu. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis tidak mengharapkan terjadi pemutusan hubungan yang dilakukan empat negara Teluk Arab terhadap Qatar. (nkn/nkn)











































