Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, polisi melihat sebuah mobil yang digunakan untuk "melakukan kejahatan teroris dan kriminal" dan kemudian mengambil tindakan yang diperlukan. Namun tidak disebutkan lebih rinci mengenai tindakan apa yang diambil kepolisian.
"Sebagai akibatnya, itu (mobil) terbakar dan meledak, menewaskan dua orang di dalamnya. Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap identitas kedua orang itu," demikian disampaikan kementerian dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal membubung dari sebuah kendaraan yang terbakar, yang beberapa kali mengeluarkan suara ledakan.
Ledakan pada Kamis (1/6) malam waktu setempat itu merupakan insiden terbaru di Qatif, yang telah kerap dilanda kekerasan serta aksi-aksi protes warga minoritas Syiah sejak tahun 2011. Otoritas Saudi menyebut para demonstran itu sebagai "teroris" namun juga menggunakan istilah tersebut untuk menyebut mereka yang terlibat dalam aktivitas kriminal dan untuk para ekstremis Sunni di kelompok ISIS. (ita/ita)











































