Kementerian Keamanan Publik China dalam sebuah statemen menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/6/2017), tersangka yang hanya diidentifikasi sebagai Zhu, dipulangkan ke negara asalnya dengan bantuan otoritas imigrasi AS. Pria itu dituduh atas "pelanggaran hak-hak pribadi", yang bisa mencakup serangkaian tindak kejahatan, mulai dari pembunuhan, penyerangan hingga penculikan.
Stasiun televisi pemerintah China, CCTV menayangkan siaran langsung kedatangan Zhu di bandara di Beijing. Tersangka turun dari pesawat United Airlines dan kemudian diserahkan ke para polisi China oleh petugas imigrasi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian menyatakan, kepulangan Zhu merupakan "hasil langsung" dari pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping pada April lalu.
Pemerintah AS dan China tidak memiliki perjanjian ekstradisi, namun selama ini Washington telah memulangkan para tersangka kriminal ke negeri itu. Selama bertahun-tahun, Washington memulangkan para tersangka ke China dengan menggunakan prosedur imigrasi.
Otoritas China saat ini tengah mengupayakan ekstradisi sejumlah tersangka kriminal lainnya dari AS, termasuk miliarder pengembang real estate Guo Wengui atas tuduhan korupsi. Pada April lalu, Beijing mengeluarkan red notice Interpol untuk Guo, yang telah bermukim di luar negeri sejak meninggalkan China dua tahun silam. Belakangan dia kerap tinggal di AS. (ita/ita)










































