Seperti dilansir CNN, Rabu (31/5/2017), insiden ini sempat memicu ketegangan selama dua jam di Bandara Internasional Orlando pada Selasa (30/5) malam waktu setempat. Para calon penumpang dan orang-orang yang ada di kompleks bandara berlarian panik.
Beberapa orang bahkan bersembunyi di balik pembatas beton yang ada di area parkir. Pria yang membawa senjata api dilaporkan berada di dekat area penyewaan mobil, yang masih termasuk kompleks bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika polisi tiba di lokasi, mereka menyadari bahwa pria ini mengalami gangguan mental dan pada dasarnya, ingin tewas di tangan polisi, semacam aksi bunuh diri," terang Kepala Kepolisian Orlando, John Mina.
Pria bersenjata itu diidentifikasi bernama Michael Wayne Pettigrew (26) dan diketahui merupakan mantan Marinir AS.
Selama insiden berlangsung, seorang pakar perunding terus berbicara dengan Pettigrew. Saat itu, Pettigrew menodongkan pistol yang dibawanya ke arah polisi dan meminta polisi untuk menembaknya. Terus dibujuk, Pettigrew akhirnya menyerahkan diri dan meletakkan pistol yang dibawanya. Saat diperiksa polisi, barulah diketahui bahwa pistol yang dibawa Pettigrew bukan pistol sungguhan, alias palsu.
"Dia berbaring di lantai dengan senjatanya terletak sangat dekat dengannya. Para perunding kami melakukan pekerjaan fenomenal dalam berbicara dengan subjek selama dua jam dan akhirnya berhasil membujuknya untuk menyerah secara damai," terang Mina.
"Kami menyita sebuah senjata, itu merupakan senjata api simulasi. Senjata itu bukan sungguhan," imbuhnya. Pettigrew dijerat dakwaan penyerangan dengan senjata api dan kini masih menjalani evaluasi kesehatan mental.
(nvc/ita)











































