Militer Filipina: 89 Militan Maute Pro-ISIS Tewas di Marawi

Militer Filipina: 89 Militan Maute Pro-ISIS Tewas di Marawi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 14:22 WIB
Militer Filipina: 89 Militan Maute Pro-ISIS Tewas di Marawi
tentara Filipina di Marawi (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
Manila - Militer Filipina mengklaim telah menewaskan 89 militan di kota Marawi, Mindanao, Filipina selatan selama pertempuran yang berlangsung lebih dari sepekan ini. Namun hingga saat ini, kelompok pemberontak Maute yang pro-ISIS tersebut masih memberikan perlawanan keras dan terus menyekap para sandera.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (31/5/2017), helikopter-helikopter militer Filipina hari ini menembakkan roket-roket berulang kali ke kantung-kantung di Marawi, tempat para militan bersembunyi di antara warga setempat yang terjebak.

Pertempuran antara pasukan militer Filipina dengan kelompok pemberontak Maute telah pecah sejak Selasa (23/5) pekan lalu ketika militan Maute mengibarkan bendera ISIS sebagai respons atas operasi militer untuk menangkap pemimpin militan, Isnilon Hapilon, warga Filipina yang masuk dalam daftar teroris paling diburu Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan, setidaknya 89 militan telah tewas dalam pertempuran sebagai upaya militer merebut kembali kota Marawi dan menemukan Hapilon. Dikatakan Padilla kepada para wartawan, Hapilon yang masih terus diburu, diyakini masih berada di Marawi.

Dikatakan Padilla, militer membuat kemajuan "sangat positif" untuk mengakhiri krisis di Marawi. Selama pertempuran di Marawi tersebut, 21 personel militer Filipina dan 19 warga sipil juga tewas.

Diakui Padilla, masih banyak warga yang terjebak di sekitar 10 persen wilayah Marawi yang masih dikuasai militan. Pasukan militer diyakini akan mendapat perlawanan sengit di wilayah-wilayah tersebut.

"10 persen tersebut adalah wilayah yang sangat dijaga ketat dan dibela oleh pria-pria bersenjata jika mereka melindungi individu bernilai tinggi," ujar Padilla yang mengaku tidak tahu berapa jumlah militan Maute yang masih ada di Marawi.

Saat ini masih ada sekitar 2 ribu warga yang terjebak di wilayah-wilayah Marawi yang dikuasai militan Maute. Para militan juga masih menyandera seorang pendeta dan 14 orang lainnya.

Presiden Rodrigo Duterte telah memberlakukan hukum darurat militer di seluruh wilayah Mindanao sebagai respons atas krisis di Marawi. Dikatakan Duterte, kekerasan di Marawi menunjukkan bahwa kelompok-kelompok militan lokal bersatu di belakang ISIS dan menjadi ancaman keamanan besar di seluruh Mindanao.

(ita/ita)


Berita Terkait