Trump Murung dan Kesepian Usai Kunjungannya ke Luar Negeri

Trump Murung dan Kesepian Usai Kunjungannya ke Luar Negeri

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 11:22 WIB
Trump Murung dan Kesepian Usai Kunjungannya ke Luar Negeri
Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan dalam keadaan murung usai melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Timur Tengah dan Eropa. Trump saat ini disebut sedang 'kesepian, marah dan tidak senang dengan semua orang'.

"Dia (Trump-red) sekarang hanya bersama dirinya sendiri, dan itu berbahaya bagi Donald Trump," sebut seorang sumber yang rutin berbicara dengan Trump, seperti dikutip CNN, Rabu (31/5/2017).

"Saya melihatnya menarik diri secara emosional. Dia bertambah berat badan. Dia tidak punya siapapun yang dia percayai," imbuh sumber ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber yang dikutip CNN itu menyebut, Trump pekan ini merasa 'kesepian, marah dan tidak senang dengan semua orang'. Hal ini, lanjut sumber itu, terjadi setelah Trump menyadari bahwa tugas kepresidenan tidaklah mudah dan tidak cocok untuknya.

Sumber ini juga menyebut, Trump sempat mengeluhkan bahwa kunjungan ke luar negeri yang dijalaninya terlalu lama. Dalam rangkaian tur ke luar negerinya yang pertama sejak pelantikannya sebagai presiden, Trump berkunjung ke Arab Saudi, Yerusalem, Belgia dan Italia.

Bukannya senang melakukan kunjungan ke luar negeri, Trump justru dalam keadaan murung saat memulai kunjungannya ke luar negeri akhir bulan lalu. Kondisi itu tampaknya belum hilang saat Trump kembali ke Gedung Putih.

Sekembalinya ke AS, Trump malah semakin dihadapkan pada kontroversi atas dugaan intervensi Rusia saat kampanye kepresidenan tahun 2016. Terlebih menantu yang juga penasihat seniornya, Jared Kushner, ikut terseret kontroversi yang menyelimuti pemerintahannya.

Dikatakan sumber tersebut kepada CNN, pertanyaan yang muncul saat ini adalah apakah Trump akan memahami tantangan besar yang dihadapinya atau dia akan 'kembali arogan dan keras kepala' seperti sebelumnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads