Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (31/5/2017), Dubke (47) menjabat posisi yang cukup berpengaruh, namun tidak banyak tersorot publik dan media. Dubke mengundurkan diri setelah menjabat selama tiga bulan terakhir.
"Menjadi sebuah kehormatan besar bagi saya untuk melayani Presiden Trump dan pemerintahannya," tulis Dubke dalam pernyataannya. Dubke tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubke yang bergabung dengan Gedung Putih pada Maret lalu, mengepalai kantor yang menangani pers dan isu-isu terkait kehumasan lainnya. Dubke bertugas mengawasi strategi pers Gedung Putih. Meskipun posisinya tidak banyak disorot seperti Sean Spicer, posisi Direktur Komunikasi justru lebih berperan besar, terutama dalam membentuk agenda media dan cara komunikasi Gedung Putih dengan pers.
Sean Spicer yang dikenal sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih, yang banyak disorot publik dan media, bertugas menghadapi langsung wartawan dan menangani konferensi pers sehari-hari di Gedung Putih.
Pengunduran diri Dubke ini terungkap saat rumor marak beredar dalam beberapa bulan terakhir, bahwa Trump akan memecat para staf kehumasannya secara massal. Kebanyakan staf kehumasan dan pers Gedung Putih berasal dari kalangan Partai Republik dan disebut-sebut memiliki hubungan tidak nyaman dengan Trump.
Selama ini Trump kerap meluapkan ketidaksenangannya, baik secara privat maupun publik, terhadap berbagai tajuk utama yang buruk tentang pemerintahannya. Trump bahkan tak segan mencerca langsung wartawan yang dianggap menyudutkannya.
Situasi semakin pelik dengan kegagalan Trump untuk meloloskan undang-undang penting, juga saat menghadapi gugatan hukum terhadap perintah eksekutifnya yang kontroversial dan skandal intervensi Rusia yang menyelimuti orang-orang dekat dalam pemerintahannya.
(nvc/ita)











































