"Siapapun yang mempercepat perubahan iklim dengan melemahkan perlindungan lingkungan, yang menjual lebih banyak senjata di zona konflik dan yang tak ingin menyelesaikan konflik agama secara politis, telah membuat perdamaian di Eropa terancam," tutur Gabriel seperti dilansir media News.com.au, Selasa (30/6/2017).
"Pemerintahan Trump ingin menyudahi kesepakatan iklim, ingin melakukan aksi militer di wilayah-wilayah krisis dan tak akan mengizinkan orang-orang dari lingkaran agama tertentu masuk ke AS," imbuh pejabat tinggi pemerintah Jerman itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan-kebijakan picik pemerintah Amerika bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa," cetus Gabriel.
"Kita bangsa Eropa harus berjuang untuk perlindungan iklim, pengurangan senjata dan melawan fanatisme agama, jika tidak Timur Tengah dan Afrika akan semakin tidak stabil," imbuhnya.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel secara mengejutkan, mengumumkan bahwa Eropa tak bisa lagi menjadi sekutu AS. Namun pada Senin (29/5) waktu setempat, Merkel mengubah nada bicaranya dengan mengatakan bahwa persahabatan kedua negara akan terus berlangsung. (ita/ita)










































