Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hancur Akibat Topan Mora

Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hancur Akibat Topan Mora

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Mei 2017 12:57 WIB
Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Dhaka - Sedikitnya 350 ribu orang di Bangladesh, terpaksa dievakuasi akibat topan Mora yang melanda kawasan pantai. Topan ini juga memicu kehancuran di kamp pengungsi yang ditinggali warga muslim Rohingya, yang melarikan diri dari konflik di Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/5/2017), topan Mora melanda wilayah Pulau Saint Martin dan wilayah Teknaf yang berada di distrik Cox's Bazar, yang sama-sama berada di Bangladesh bagian selatan. Sekitar 200 ribu orang dievakuasi dari distrik Cox's Bazar itu.

Sedangkan 150 ribu orang lainnya dievakuasi dari distrik Chittagong. Baik Pulau Saint Martin maupun distrik Cox's Bazar berbatasan dengan wilayah Myanmar. Sekitar 200 ribu warga Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine, Myanmar, kini mengungsi di Cox's Bazar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan ketua komunitas Rohingya, Shamsul Alam, kepada Reuters bahwa topan itu memicu kerusakan parah di sejumlah kamp yang dihuni pengungsi Rohingya. Shamsul Alam menyebut nyaris 10 ribu pondok yang beratap jerami di kamp Balukhali dan Kutupalong hancur.

"Sebagian besar rumah-rumah temporer di kamp itu rata dengan tanah," sebut Shamsul Alam.

Secara terpisah, ketua pengungsi di kamp Kutapalong, Omar Farukh, menyebut situasi di kamp sungguh menakutkan. "Sekarang kami semua ada di tempat terbuka," ucapnya.

Secara terpisah, otoritas Bangladesh menyebut, topan yang melanda tidak seburuk yang diperkirakan. "Topan ini tidak separah kekhawatiran kita," ucap Shamsuddin Ahmed selaku pejabat prakiraan cuaca yang berbasis di Chittagong.

Topan ini dilaporkan membawa angin kencang dengan kecepatan 135 kilometer per jam. Wilayah dataran rendah di dekat pantai digenangi gelombang laut setinggi 2 meter. Topan Mora diperkirakan semakin melemah saat bergerak mendekati wilayah India.

Topan yang sama memicu banjir dan tanah longsor di Sri Lanka hingga menewaskan sedikitnya 180 orang.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads