16 Orang Ditahan Terkait Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 29 Mei 2017 15:25 WIB
Salman Abedi (Foto: BBC)
Manchester - Total 16 orang kini ditahan di Inggris dan Libya terkait bom bunuh diri di konser Ariana Grande di kota Manchester, Inggris.

Seorang remaja putra dan seorang wanita sempat ditangkap kepolisian Inggris pekan ini, namun kemudian dibebaskan tanpa dakwaan. Dengan demikian sejauh ini, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (29/5/2017) ada 14 orang yang ditahan kepolisian Inggris. Sedangkan di Libya, ayah dan saudara laki-laki dari pengebom bunuh diri, Salman Abedi, juga ditahan polisi.

Abedi dilaporkan baru kembali dari Libya hanya beberapa hari sebelum serangan bom di Manchester pada 22 Mei lalu. Sebanyak 22 orang tewas, termasuk 7 anak-anak di bawah usia 18 tahun dalam serangan bom bunuh diri itu. Kepolisian kini masih mencoba menyelidiki sejauh mana luasnya jaringan Abedi.

Otoritas Libya telah menangkap ayah Abedi, Ramadan dan adik laki-lakinya, Hashem pekan lalu. Pejabat Libya mengatakan, Hashem mengetahui rencana serangan Abedi di Manchester. Disebutkan bahwa kedua kakak-beradik itu merupakan anggota kelompok radikal ISIS, yang telah mengklaim serangan bom bunuh diri di Manchester tersebut.

Abedi yang berusia 22 tahun diketahui lahir di Manchester dari orangtua yang berasal dari Libya. Selain diketahui pernah pergi ke Libya, Abedi juga diketahui sempat transit di Istanbul, Turki dan Dusseldorf, Jerman sebelum kembali ke Inggris untuk melakukan bom bunuh diri.

Abedi diyakini meledakkan bom rakitan yang dibawanya ke Manchester Arena pada Senin (22/5) malam waktu setempat. Ledakan besar melanda area itu sesaat setelah penyanyi pop terkenal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande menyelesaikan konsernya. Ledakan itu juga menewaskan Abedi.

Selain menewaskan 22 orang, sebanyak 59 orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu. Kebanyakan penonton konser Ariana Grande merupakan anak-anak dan remaja. (ita/ita)