Seperti dilansir AFP, Senin (22/5/2017), Trump meninggalkan Riyadh, Saudi menuju Tel Aviv, Israel untuk menemui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam upaya mencapai perdamaian Israel dan Palestina.
Pesawat kepresidenan AS atau Air Force One yang ditumpangi Trump terbang langsung dari Bandara Internasional King Khaled di Riyadh menuju Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Dituturkan juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Israel, sejauh sepengetahuannya belum pernah ada penerbangan yang mengambil rute langsung itu sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Saudi, meskipun kedua negara memiliki hubungan informal di berbagai level tertentu. Baik Saudi maupun Iran sama-sama memusuhi Iran.
Warga Israel bisa terbang ke Saudi. Ribuan warga muslim asal Israel menunaikan ibadah haji di Saudi, namun harus transit di beberapa negara tetangga.
Pesawat yang membawa rombongan jurnalis yang mendampingi Trump dalam kunjungan kenegaraannya ini, harus transit di Siprus terlebih dahulu. Mereka tidak terbang langsung dari Riyadh ke Tel Aviv seperti Air Force One.
Baca juga: Israel Penuhi Sejumlah Permintaaan Trump Soal Palestina
Mantan Kepala Otoritas Penerbangan Sipil, Avner Yarkoni, menuturkan kepada AFP bahwa Israel tidak akan keberatan dengan adanya rute penerbangan langsung dari Saudi. Namun tidak ada alasan bahwa preseden Trump akan memicu pembukaan jalur penerbangan baru antara Israel dengan negara Arab itu.
(nvc/fdn)











































