Diberitakan AFP, Minggu (21/5/2017), kegiatan Korut ini dilakukan setelah seminggu sebelumnya juga melakukan uji coba peluncuran misil.
"Korea Utara menembakkan sebuah proyektil yang tidak diketahui di Pukchang, Provinsi Pyongan Selatan pada sore tadi," ujar pejabat Korea Selatan dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, pernyataan ini disampaikan Moon setelah Korsel menyatakan ingin membuka kembali jalur dialog dengan Korut. Moon mengupayakan kebijakan dua jalur, yang melibatkan sanksi dan dialog, untuk menyelesaikan isu nuklir Korut.
Korut terang-terangan mengakui tengah mengembangkan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat (AS). Negara komunis ini mengabaikan seruan berbagai pihak, termasuk dari China, satu-satunya sekutu mereka, untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.
Pada Minggu (14/5) waktu setempat, Korut kembali menggelar uji coba rudal jarak jauh. Uji coba itu diklaim Korut mampu membawa hulu ledak nuklir berukuran besar. Kecaman dari dunia internasional, termasuk dari Dewan Keamanan PBB yang mengancam akan menjatuhkan sanksi baru. (tfq/bag)











































