"Unit-unit pertahanan udara mengintersepsi sebuah rudal balistik yang diluncurkan milisi Houthi dan rudal itu jatuh di atas wilayah tak berpenduduk sekitar 180 kilometer dari Riyadh," demikian statemen koalisi Saudi seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/5/2017).
Ini terjadi menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Saudi. Trump dijadwalkan tiba di Saudi hari Sabtu ini untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Saudi dan negara-negara muslim. Trump akan berada di Saudi selama dua hari.
Rudal tersebut merupakan rudal dengan jarak jangkauan terpanjang yang pernah diluncurkan para pemberontak Houthi dan sekutu-sekutunya.
Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan, pasukan Houthi meluncurkan rudal balistik Volcano-2 (Borkan) ke Riyadh. "Ini bertepatan dengan serangan-serangan udara koalisi terhadap Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai pemberontak (Houthi)," demikian disampaikan Al-Masirah lewat akun Twitter-nya.
Koalisi Saudi mulai melancarkan serangan-serangan udara terhadap Houthi di Yaman sejak lebih dari dua tahun lalu. Serangan udara itu dilancarkan untuk mendukung pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang didukung negara-negara Barat.
(ita/ita)











































