DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 17:55 WIB

4 Kapal China Masuki Perairannya, Jepang Kerahkan Jet Tempur

Novi Christiastuti - detikNews
4 Kapal China Masuki Perairannya, Jepang Kerahkan Jet Tempur Ilustrasi
Tokyo - Militer Jepang mengerahkan sejumlah jet tempurnya ke Laut China Timur. Pengerahan ini dilakukan setelah empat kapal patroli laut China dan sebuah objek mirip drone memasuki wilayah perairan Jepang.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/5/2017), objek mirip drone atau pesawat tanpa awak itu terbang di dekat salah satu kapal China tersebut. Insiden ini terjadi di dekat gugusan kepulauan Laut China Timur yang menjadi sengketa, pada Kamis (18/5) waktu setempat.

Pihak Patroli Laut Jepang menyebut momen tersebut menjadi yang pertama saat keberadaan sebuah drone di dekat pulau yang menjadi sengketa. Sementara insiden pelanggaran wilayah oleh kapal patroli China sudah terjadi 13 kali sepanjang tahun ini.

Jepang dan China sejak lama berselisih terkait sebuah pulau kecil dan tak berpenghuni, yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China. Pulau itu dikuasai Jepang tapi diklaim juga oleh China.

"(Insiden) Ini memperparah situasi dan sungguh tidak bisa diterima. Kami menganggap ini sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Jepang," ujar Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada, dalam konferensi pers.

Inada menyebut dua jet tempur F-15, satu pesawat peringatan jenis E-2C dan satu pesawat pengintai AWACS dikerahkan untuk mencegat empat kapal China itu. Dirjen Biro Urusan Oceania dan Asia pada Kementerian Luar Negeri Jepang, Kenji Kanasugi, telah melayangkan protes keras ke Kedutaan Besar China di Tokyo via telepon terkait insiden itu.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menyebut drone itu diterbangkan oleh media terkait untuk foto dari udara. Namun dia tidak menyebut nama media yang dimaksud.

"Ini bukan aksi militer seperti yang dibesar-besarkan oleh beberapa media," sebut Hua.

Hua menyebut, wilayah perairan yang menjadi lokasi insiden masih menjadi wilayah China, sehingga China memiliki hak untuk melakukan patroli laut secara wajar. "Untuk perwakilan atau protes dari pihak Jepang, tentu kami tidak bisa menerimanya," tegasnya.
(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed