"Kita belum pernah melihat masalah seperti itu... dalam beberapa dekade, dalam hal jenis kekerasan yang kita saksikan," ujar Trump saat konferensi pers bersama Presiden Kolombia Juan Manuel Santos yang berkunjung ke AS.
"Masyarakat kekurangan pangan. Masyarakat tak punya makanan. Ada kekerasan parah. Dan kita akan melakukan apapun yang diperlukan dan kita akan bekerja sama untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu mengatasi itu. Apa yang sedang terjadi benar-benar aib bagi kemanusiaan," tutur Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan dan penjarahan marak di Veneuzela dalam enam pekan terakhir seiring ramainya aksi-aksi demo antipemerintah. Dalam aksinya, para demonstran memprotes Maduro terkait penanganan krisis ekonomi dan politik di negeri itu.
Sejak 1 April lalu, bentrokan antara para demonstran antipemerintah dengan aparat keamanan telah menewaskan 44 orang. Para demonstran menyalahkan Maduro atas krisis ekonomi yang telah memicu kekurangan pangan dan obat-obatan. Massa menuntut Maduro mundur dan pemilihan umum digelar lebih awal. Pemerintahan Maduro menuding oposisi merencanakan kudeta dengan dukungan Amerika Serikat. (ita/ita)











































