Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Polwan AS Lolos dari Penjara

Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Polwan AS Lolos dari Penjara

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Mei 2017 15:59 WIB
Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Polwan AS Lolos dari Penjara
Betty Shelby (Courtesy Tulsa County Jail/Handout via REUTERS)
Oklahoma - Seorang polisi berkulit putih di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat (AS) lolos dari penjara setelah menembak mati seorang pria kulit hitam pada September 2016. Polisi wanita ini dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan yang menjeretnya.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/5/2017), polwan bernama Betty Shelby (43) dibebaskan setelah menjalani persidangan yang berlangsung selama seminggu terakhir. Insiden penembakan ini terekam video dan memicu perdebatan nasional soal motif rasial di dalamnya.

Dalam sidang, Shelby membantah bahwa ras menjadi motif penembakan fatal ini. Dia bersikeras aksinya didorong perilaku korban yang membiarkan mobilnya memblokir ruas jalan setempat. Korban diidentifikasi sebagai Terence Crutcher, seorang pria kulit hitam berusia 40 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video insiden itu beredar luas di internet dan menyebar secara global. Sejumlah aktivis hak sipil meyakini ada motif rasial di balik penembakan ini.

Pengacara Shelby menyatakan keyakinan kliennya bahwa Crutcher berusaha mengambil senjata di dalam mobil, saat Shelby menembaknya. Namun adegan dalam video yang beredar menunjukkan Crutcher sedang mengangkat tangannya ke atas saat ditembak. Ditambah keterangan Kepolisian Tulsa menyebut Crutcher tidak bersenjata dan tidak membawa senjata di dalam kendaraannya.

"Ini merupakan pil pahit yang harus ditelan. Faktanya ada di sana. Elemennya ada di sana. Tangan Terence terangkat ke atas. Dia bukan ancaman," ucap saudara perempuan Crutcher, Tiffany, usai putusan dibacakan hakim setempat.

Jaksa menyatakan, tidak ada alasan bagi Shelby untuk melepas tembakan ke Crutcher yang berjalan menjauhinya. Jaksa menyalahkan Shelby yang dituding mengubah razia lalu lintas rutin menjadi konfrontasi mematikan dengan bertindak tak masuk akal.

"Saya menghormati prosesnya. Kenyataan sebenarnya adalah kita semua tahu ini kasus yang sulit," ucap jaksa distrik Tulsa, Steve Kunzweiler, yang menangani kasus ini.

Sekitar 50 demonstran berkumpul di luar gedung pengadilan Tulsa saat vonis dibacakan. Mereka berteriak 'tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian' dan memblokir arus lalu lintas di persimpangan setempat.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads