Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/5/2017), polwan bernama Betty Shelby (43) dibebaskan setelah menjalani persidangan yang berlangsung selama seminggu terakhir. Insiden penembakan ini terekam video dan memicu perdebatan nasional soal motif rasial di dalamnya.
Dalam sidang, Shelby membantah bahwa ras menjadi motif penembakan fatal ini. Dia bersikeras aksinya didorong perilaku korban yang membiarkan mobilnya memblokir ruas jalan setempat. Korban diidentifikasi sebagai Terence Crutcher, seorang pria kulit hitam berusia 40 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Shelby menyatakan keyakinan kliennya bahwa Crutcher berusaha mengambil senjata di dalam mobil, saat Shelby menembaknya. Namun adegan dalam video yang beredar menunjukkan Crutcher sedang mengangkat tangannya ke atas saat ditembak. Ditambah keterangan Kepolisian Tulsa menyebut Crutcher tidak bersenjata dan tidak membawa senjata di dalam kendaraannya.
"Ini merupakan pil pahit yang harus ditelan. Faktanya ada di sana. Elemennya ada di sana. Tangan Terence terangkat ke atas. Dia bukan ancaman," ucap saudara perempuan Crutcher, Tiffany, usai putusan dibacakan hakim setempat.
Jaksa menyatakan, tidak ada alasan bagi Shelby untuk melepas tembakan ke Crutcher yang berjalan menjauhinya. Jaksa menyalahkan Shelby yang dituding mengubah razia lalu lintas rutin menjadi konfrontasi mematikan dengan bertindak tak masuk akal.
"Saya menghormati prosesnya. Kenyataan sebenarnya adalah kita semua tahu ini kasus yang sulit," ucap jaksa distrik Tulsa, Steve Kunzweiler, yang menangani kasus ini.
Sekitar 50 demonstran berkumpul di luar gedung pengadilan Tulsa saat vonis dibacakan. Mereka berteriak 'tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian' dan memblokir arus lalu lintas di persimpangan setempat.
(nvc/ita)











































