"Kami menentang perluasan klub kekuatan nuklir," ujar Putin kepada para wartawan usai sebuah forum internasional di Beijing, China.
"Kami menganggap itu (uji rudal) kontraproduktif dan berbahaya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut mengklaim bahwa rudal yang diuji coba pada Minggu (14/5) merupakan tipe roket terbaru yang mampu membawa hulu ledak nuklir besar. Rudal tersebut, yang diluncurkan pada sudut yang terjal, nyaris tegak lurus, mencapai ketinggian 2.000 kilometer dan menempuh jarak sekitar 700 kilometer, sebelum mendarat di laut sebelah barat Jepang.
Kantor berita Korut, KCNA melaporkan pada Senin (15/5) bahwa uji coba "rudal balistik jarak sedang/jauh hasil pengembangan terbaru, Hwasong-12" berjalan sesuai rencana.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan rudal tersebut mendarat sekitar 500 kilometer dari perbatasannya dan tidak menimbulkan bahaya bagi negara tersebut. (ita/ita)











































