Foto-foto pertemuan antara Trump dengan Lavrov dan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, di Ruang Oval pada Rabu (10/5) waktu setempat itu dirilis oleh kantor berita resmi Rusia, TASS. Media-media internasional kemudian juga ikut mempublikasi foto-foto itu.
Dalam foto itu, seperti dilansir AFP, Jumat (12/5/2017), Trump terlihat tersenyum saat menjabat tangan Lavrov dan Kislyak di Ruang Oval. Pertemuan itu digelar secara tertutup sehingga tidak ada jurnalis yang boleh meliput langsung. Media diberi kesempatan untuk meliput namun setelah pertemuan digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto pertemuan Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dirilis kantor berita TASS Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY/HO |
Pertemuan itu dipandang sebagai 'kudeta diplomatik' untuk Kremlin atau istana kepresidenan Rusia. Rusia disambut karpet merah setelah sebelumnya dijatuhi sanksi keras karena dianggap mengintervensi pilpres AS. Para diplomat veteran AS mempertanyakan alasan Trump setuju menjamu Menlu dan diplomat Rusia itu di Gedung Putih. Hal semacam ini jarang dilakukan untuk seorang pejabat tinggi bukan kepala negara.
Ditambah, Rusia sedang menjadi fokus skandal politik AS. Pertemuan ini digelar hanya beberapa jam setelah terungkap Trump memecat Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey secara mendadak. Pemecatan ini menuai kontroversi karena dilakukan saat FBI sedang menyelidiki dugaan kolusi penasihat senior Trump dengan Rusia untuk mempengaruhi pilpres AS.
Otoritas AS memperlakukan Ruang Oval seperti 'mata uang', dengan prospek pertemuan pejabat tinggi duduk bersama dengan Presiden AS di ruangan itu demi meraup keuntungan dalam perundingan. Munculnya foto-foto Trump dan Lavrov memicu persepsi bahwa Rusia meraih kemenangan diplomatik.
Baca juga: Trump Sebut Dirinya Tidak Diselidiki FBI Soal Kaitan dengan Rusia
Dalam penjelasan secara privat, beberapa pejabat Gedung Putih menyebut publikasi foto-foto itu sebagai pelanggaran kepercayaan oleh Rusia. Sejumlah pejabat AS menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meminta digelarnya pertemuan itu, sebagai balasan atas pertemuan dirinya dengan Menlu AS Rex Tillerson di Moskow beberapa waktu lalu.
"Fotografer resmi kami dan fotografer resmi mereka ikut hadir, itu saja," terang salah satu pejabat itu.
Tapi saat foto-foto pertemuan itu dirilis oleh media resmi Rusia, Gedung Putih merasa Moskow telah memperdaya mereka. Dua pejabat Gedung Putih mengakui tidak diberitahu oleh Rusia bahwa foto-foto itu akan dirilis ke publik. Saat ditanya apakah delegasi Rusia telah memberitahu Gedung Putih terlebih dahulu soal rencana itu, salah satu pejabat menjawab: "Tidak, mereka tidak memberitahu."
Foto pertemuan Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dirilis kantor berita TASS Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY/HO |
Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan: "Pihak Amerika tidak meminta kami menahan diri untuk mempublikasi foto-foto ini."
Secara terpisah, sejumlah mantan pejabat intelijen AS memperingatkan bahwa dengan mengizinkan seorang fotografer Rusia mengakses Ruang Oval bisa memicu risiko keamanan dunia maya. Direktur Badan Keamanan Nasional (NSA) Laksamana Mike Rogers dicecar Komisi Intelijen Senat soal hal itu dan dia menjawab dirinya tidak diajak konsultasi terlebih dahulu soal hal itu.
(nvc/ita)











































Foto pertemuan Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dirilis kantor berita TASS Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY/HO
Foto pertemuan Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dirilis kantor berita TASS Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY/HO